MALANG POST – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menyatakan kesiapan penuh dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP tahun 2026. Untuk menjaga kualitas dan integritas pelaksanaan ujian, Dindik resmi mengukuhkan para pengawas ruang TKA.
Langkah ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan sebelum ujian digelar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat menegaskan, bahwa pengukuhan pengawas bukan sekadar agenda seremonial. Peran pengawas dinilai krusial untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan objektif.
“Pengukuhan pengawas ruang TKA ini penting untuk memastikan seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan di lapangan berjalan dengan baik. Tujuan utamanya untuk menjamin integritas, objektivitas, dan kelancaran pelaksanaan ujian,” ujar Alfi, Minggu (5/4/2026).
Menjelang pelaksanaan TKA jenjang SMP yang dijadwalkan akhir April 2026, seluruh satuan pendidikan di Kota Batu disebut telah melalui tahap persiapan yang cukup matang. Salah satunya melalui kegiatan uji coba atau tryout yang dilaksanakan sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan agar siswa terbiasa dengan mekanisme ujian berbasis digital yang akan digunakan dalam TKA. Para siswa juga telah dikenalkan dan dilatih menggunakan aplikasi resmi dari Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) serta aplikasi pendukung lainnya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Dindik memastikan laboratorium komputer di masing-masing sekolah dalam kondisi siap digunakan. Ketersediaan perangkat komputer juga telah disesuaikan dengan jumlah peserta ujian.
“Laboratorium komputer di tiap sekolah sudah kami pastikan siap. Jumlah perangkat juga mencukupi untuk seluruh peserta,” jelas Alfi.
Selain kesiapan perangkat, faktor jaringan internet juga menjadi perhatian serius. Dindik telah melakukan pemetaan kondisi geografis seluruh sekolah guna memastikan tidak ada lokasi yang berada di area blank spot atau rawan gangguan sinyal.

KUKUHKAN: Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat saat mengukuhkan pengawas ruangan TKA 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Alfi juga menyebut hingga saat ini tidak ada sekolah yang berada di wilayah dengan kendala jaringan. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, pihaknya juga melakukan koordinasi lintas sektor.
Salah satunya dengan mengirimkan surat resmi kepada penyedia layanan internet agar menjaga stabilitas bandwidth selama pelaksanaan ujian berlangsung. Selain itu, Dindik juga berkoordinasi dengan PLN guna memastikan pasokan listrik tetap stabil.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama jadwal ujian. Kami ingin anak-anak bisa fokus mengerjakan soal tanpa harus khawatir dengan kendala teknis,” terangnya.
Meski demikian, masih terdapat satu sekolah yang belum sepenuhnya memiliki sarana pendukung untuk melaksanakan ujian secara mandiri. Yakni SMP Negeri 7 Kota Batu yang saat ini masih terkendala fasilitas dan perangkat.
Namun kondisi tersebut tidak menjadi hambatan serius. Dindik telah menyiapkan solusi dengan skema kerja sama dengan sekolah lain yang memiliki fasilitas memadai.
“Karena ini baru pertama kali melaksanakan TKA, tentu ada penyesuaian. Untuk SMPN 7 nanti akan menumpang di sekolah lain. Ke depan kekurangan fasilitas tersebut akan kami penuhi,” imbuhnya.
Secara regulasi, pelaksanaan TKA mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional.
Di Kota Batu, terdapat 29 lembaga pendidikan yang menjadi pelaksana TKA tahun ini. Sebanyak 28 lembaga melaksanakan ujian secara mandiri, sementara satu lembaga yakni SMP Negeri 7 melaksanakan dengan sistem menumpang karena keterbatasan sarana.
Total terdapat 51 ruang ujian yang disiapkan. Pengawasan dilakukan oleh 51 pengawas ruang dengan tambahan enam pengawas cadangan. Adapun jumlah peserta TKA tahun ini mencapai 2.895 siswa.
Pelaksanaan TKA jenjang SMP di Kota Batu dibagi dalam empat gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada 6–7 April 2026, gelombang kedua pada 8–9 April 2026, gelombang ketiga pada 13–14 April 2026, dan gelombang keempat pada 15–16 April 2026. (Ananto Wibowo)




