PEMANTAUAN: Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombespol Iwan Saktiadi saat mrlakukan penijauan Pospam di kawasan Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Pergerakan masyarakat pada arus mudik Lebaran 2026 sangat terasa di sejumlah jalur strategis Jawa Timur. Kondisi tersebut mendorong Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur, Kombespol Iwan Saktiadi, turun langsung memastikan kesiapan pengamanan dan kelancaran lalu lintas di lapangan.
Salah satu titik yang disasar adalah Pos Pengamanan (Pospam) di Jalan Ir. Soekarno, Desa Pendem, Kota Batu, kemarin. Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, hingga strategi pengaturan lalu lintas selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Di lokasi, Iwan tidak sekadar melihat kondisi pos. Dia juga mengecek kelengkapan fasilitas, kesiapan anggota, hingga pola pengamanan yang akan diterapkan saat puncak arus mudik dan balik.
“Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana siap beroperasi penuh. Personel harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pos pengamanan dan pelayanan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas. Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama pergerakan pemudik membutuhkan pengawasan ekstra di berbagai titik rawan.
Tak hanya jalur utama mudik, perhatian juga difokuskan pada akses menuju kawasan wisata. Kota Batu, sebagai destinasi favorit saat libur Lebaran, mulai dipadati wisatawan.
Salah satu titik yang menjadi atensi adalah akses menuju Mikotopia. Destinasi tersebut menjadi magnet kunjungan, sehingga berpotensi memicu kepadatan kendaraan di sekitarnya.
“Jalur wisata harus mendapat perhatian khusus. Jangan sampai terjadi kemacetan panjang yang mengganggu kenyamanan wisatawan,” tegasnya.
Untuk itu, Iwan menginstruksikan jajaran di lapangan, khususnya Polres Batu, agar sigap melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional. Mulai dari pengalihan arus, sistem buka tutup, hingga penguatan personel di titik-titik rawan kepadatan.
Ia menekankan, langkah cepat dan responsif menjadi kunci dalam mengurai kemacetan. Jangan sampai terjadi penumpukan kendaraan yang berlarut-larut, terutama di jalur menuju objek wisata.
“Kalau sudah mulai mengunci, segera lakukan rekayasa lalu lintas. Jangan menunggu terlalu lama,” tambahnya.
Selain itu, koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat. Mulai dari pemerintah daerah, dinas perhubungan, hingga pengelola wisata dilibatkan untuk memastikan skenario pengamanan berjalan optimal.
Dengan kesiapan yang matang, Polda Jatim berharap arus mudik dan balik Lebaran tahun ini bisa tetap berjalan aman dan lancar dengan mengedepankan prinsip Kamseltibcarlantas. (Ananto Wibowo)




