Kepala Bidang Pelayanan, Pembiayaan, dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, kewaspadaan tidak hanya soal kondisi kendaraan dan kelancaran jalur perjalanan. Kesiapan fisik pemudik juga menjadi faktor penting agar perjalanan pulang kampung berlangsung aman dan nyaman.
Karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi tubuh benar-benar prima sebelum menempuh perjalanan jauh.
Kepala Bidang Pelayanan, Pembiayaan, dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati menegaskan, mudik kerap membuat seseorang mengabaikan kondisi tubuh karena terlalu fokus mengejar waktu perjalanan.
“Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Perjalanan panjang membutuhkan kesiapan fisik yang baik agar pemudik bisa sampai tujuan dengan aman dan tetap sehat,” ujar dr. Susan, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, ada sejumlah langkah sederhana namun penting yang perlu diperhatikan pemudik sebelum berangkat maupun saat berada di perjalanan.
Pertama, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Pemudik dianjurkan cukup istirahat sebelum berangkat dan tidak memaksakan diri jika sedang kurang sehat. “Kalau badan terasa tidak fit, sebaiknya tunda perjalanan atau periksa kesehatan terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri,” jelasnya.
Kedua, menyiapkan obat-obatan pribadi. Menurutnya, setiap pemudik sebaiknya membawa tas kecil berisi obat-obatan dasar sebagai langkah antisipasi. Di antaranya obat sakit kepala, obat maag, obat flu atau masuk angin, vitamin, hingga perlengkapan P3K sederhana.
Ketiga, menjaga asupan nutrisi dan cairan selama perjalanan. Apalagi bagi pemudik yang tetap menjalankan ibadah puasa. “Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi dan konsumsi makanan bergizi saat sahur maupun berbuka agar energi tetap terjaga selama perjalanan,” tambahnya.
Keempat, istirahat secara berkala. Kelelahan menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi saat musim mudik. Karena itu, pengemudi disarankan berhenti untuk beristirahat setiap tiga hingga empat jam sekali di rest area atau tempat aman lainnya.
“Berhenti sejenak untuk peregangan dan mengembalikan fokus sangat penting, terutama bagi pengemudi,” ungkapnya.
Kelima, menjaga kebersihan diri saat menggunakan fasilitas umum. Mobilitas tinggi saat mudik membuat risiko penularan penyakit juga meningkat.
Penggunaan masker saat diperlukan, serta kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer setelah menyentuh fasilitas umum tetap dianjurkan.
Selain itu, pemudik juga disarankan melakukan peregangan ringan saat beristirahat. Aktivitas sederhana tersebut dapat membantu mencegah kekakuan otot serta melancarkan peredaran darah setelah duduk dalam waktu lama.
Dinkes Kota Batu juga mengingatkan agar pemudik memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas. Kenyamanan, kebutuhan nutrisi, serta kondisi kesehatan mereka perlu dipantau lebih intens selama perjalanan.
Terakhir, masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan posko kesehatan yang tersedia di sepanjang jalur mudik jika mengalami gangguan kesehatan.
“Jika ada keluhan kesehatan di perjalanan, segera datangi posko kesehatan terdekat. Petugas siap memberikan pertolongan agar kondisi tidak semakin memburuk,” sebutnya.
Dengan persiapan kesehatan yang matang, Dinkes berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan tetap sehat hingga tiba di kampung halaman.




