MALANG POST – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali memperkuat jejaring ilmunya dengan menghadirkan program studi anyar: Sains Lingkungan.
Langkah strategis ini diharapkan memperkokoh peran perguruan tinggi dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan yang semakin kompleks.
Peluncuran resmi Prodi Sains Lingkungan disampaikan Rabu, 11 April 2026, oleh Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, bersama jajaran.
Prodi ini telah memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Surat Keputusan Nomor 185/B/O/2026.
Dengan izin tersebut, UNISMA secara resmi membuka pendaftaran dan penyediaan program pendidikan bagi mahasiswa baru.
“Prodi Sains Lingkungan lahir sebagai wujud komitmen kami mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kelestarian alam,” ujar Prof Junaidi.
Mahasiswa nantinya akan dibekali pengetahuan komprehensif mengenai ekosistem, pengelolaan sumber daya alam, perubahan iklim, serta solusi ilmiah untuk berbagai permasalahan lingkungan.
Di tengah upaya peningkatan kualitas pendidikan, UNISMA terus memperluas kapasitas akademik. Saat ini, kampus yang berdiri dengan 38 Program Studi mulai jenjang S1 hingga S3 dan 10 fakultas ini tercatat berada di jajaran kampus terkemuka dunia melalui QS Asia University Rankings 2026.
UNISMA juga terus menarik ribuan mahasiswa baru setiap tahunnya untuk tahun ajaran 2025/2026. Prestasi UNISMA juga terlihat dari peningkatan indeks pemeringkatan nasional maupun internasional.
Berdasarkan SCImago Journal & Country Rank (SJR), UNISMA menempati posisi 51 di antara Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se-Indonesia. Pada 2024, kampus ini tercatat memiliki salah satu skor SINTA tertinggi, dan pada 2025 mendapat pengakuan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Malang Raya versi Sinta Kemendikbudristek.
Tak hanya bidang akademik, beberapa dosen UNISMA menerima penghargaan dalam Anugerah LPTNU 2026. Penyerahan penghargaan diselenggarakan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) pada Selasa malam, 10 Maret 2026.
Di antara para pemenang terdapat Dr. Hj. Eko Noerhayati, M.T.; Dr. Hayat, S.AP., M.Si.; Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto; Prof. Novi Arfarita, S.P., M.P., M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Si., M.Kes.; Dr. Sri Wahyuni, M.Pd.; Dr. Yudi Purnomo, S.Si, Apt, M.Kes.; serta Dr. Shofiatul Jannah, M.H.I.
Pihak universitas menilai capaian-capaian tersebut sebagai bukti bahwa riset akademisi tidak sekadar publikasi ilmiah, melainkan juga menghasilkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi sektor pertanian dan lingkungan.
Rencana masa depan riset di UNISMA mencakup pengembangan lebih lanjut melalui pendekatan pertanian presisi. Termasuk di dalamnya pemantauan mikrobioma tanah secara real-time serta pengembangan formulasi berbasis coated-polysaccharide untuk meningkatkan efektivitas aplikasi di lahan pertanian.
Inisiatif ini diharapkan memperkuat praktik pertanian berkelanjutan dan menjawab tantangan degradasi lahan akibat penggunaan bahan kimia pertanian secara berlebihan. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




