SELEBRASI: Joel Vinicius mencetak gol keempatnya bersama Arema atau ke-11 sepanjang turun di Super League. Sayang gol ke gawang Bhayangkara, tidak membuat Arema bisa menang. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Apa yang bisa diharapkan, jika hanya bermain dengan sembilan orang, harus menghadapi sebelas pemain tuan rumah. Tapi itulah yang harus dialami Arema FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung.
Hasilnya, Singo Edan kena comeback. Setelah unggul di babak pertama, lewat gol Joel Vinicius menit 45+1, akhirnya harus menyerah 1-2. Dikalahkan Bhayangkara FC di pekan ke-25 Super League musim 2025/2026, Selasa (10/3/2026).
Petaka itu terjadi setelah menit ke-72, Arema FC harus bermain dengan sembilan orang. Dalberto Luan Belo terkena kartu merah langsung, setelah dianggap memukul pemain Bhayangkara FC. Meski dalam rekaman VAR, terlihat kedua pemain itu saling ‘gelut’.
Itu adalah kartu merah kedua yang diterima Arema, dari kantong wasit Yudai Yamamoto. Sebelumnya di menit 45+8, Pablo Oliveira harus diusir wasit, karena terbukti menginjak engkel Frengky Deaner Missa.
Dua kartu merah itu keluar, setelah Wasit Yudai melakukan review on field. Karena sebelumnya, untuk dua kejadian pada Pablo Oliveira dan Dalberto, wasit hanya memberikan kartu kuning.
Tetapi kekalahan Arema, justru terjadi lewat titik putih penalti. Tepatnya di menit ke-88, saat Betinho Filho dianggap melanggar Dendy Sulistyawan di dalam daerah terlarang.
Pelatih Arema, Marcos Santos, sebenarnya mencoba mencari cara untuk menggagalkan penalti. Yakni dengan mengganti Gianluca Claudio Pandeynuwu, dengan Lucas Frigeri. Ketika itu Moussa Sibide sudah menyiapkan bola di titik putih dan siap mengeksekusi penalti.
Ternyata, Lucas juga gagal menghadang penalti mantan pemain Persis Solo tersebut. Tendangan Moussa Sibide mengarah ke pojok kiri atas, sedangkan Lucas Frigeri menjatuhkan badan ke kanan.
Gol kedua lewat penalti yang dicetak Moussa Sibide itu, menggenapi kemenangan 2-1, Bhayangkara Presisi Lampung FC. Sebelumnya, Jean Marie Privat Befolo Mbarga, mencetak gol lewat heading di menit ke-76.
Praktis, Bhayangkara baru bisa mencetak gol ke gawang Arema, setelah skuadra Singo Edan bermain dengan sembilan orang.
Sebelumnya, anak asuh Paul Munster itu, masih sangat sulit membobol gawang Gianluca Pandeynuwu. Bahkan di babak pertama, atau saat Arema masih lengkap, tuan rumah benar-benar dalam kondisi tertekan.
Kondisi lapangan yang tergenang air, membuat pemain Bhayangkara FC sering melakukan kesalahan. Terutama ketika mereka mencoba bermain dengan bola-bola pendek.
Bahkan hampir di sepanjang babak pertama, gawang Arema FC hanya mendapat sekali cobaan berbahaya. Lewat heading Ryo Matsumura yang membentur mistar gawang.
Selebihnya justru gawang Bhayangkara yang dikawal Aqil Savik bergantian dengan Awan Setho Raharjo. Meski baru di injury time, Arema benar-benar bisa membobol gawang Bhayangkara, yang sudah dikawal Awan Setho.
Umpan manja dari Ilham Rio Fahmi dari sektor kiri pertahanan Bhayangkara FC, mengarah ke depan gawang. Dalberto berhasil menang duel di udara dan berhasil mengirimkan umpan ke Joel Vinicius yang kosong tak terkawal.
Mantan pemain Borneo FC itu pun dengan mudah mengarahkan bola ke gawang yang kosong, lewat tendangan sambil menjatuhkan diri. Keunggulan Arema bertahan hingga menit ke-76, ketika situasi di lapangan harus bermain dengan sembilan orang.
Dengan kekalahan ke-10 tersebut, memang tidak membuat posisi Arema bergeser. Hingga jedah kompetisi menjelang Lebaran ini, dipastikan peringkat ke-11 masih tetap dipegang Singo Edan.
Sedangkan Bhayangkara FC, langsung melonjak ke papan atas. Berada di peringkat ke-6, menggeser Persebaya dan PSIM. (Ra Indrata)




