MALANG POST – Pemkot Batu mulai mematangkan skenario menghadapi lonjakan arus kendaraan dan wisatawan saat libur Lebaran 2026. Rekayasa lalu lintas hingga penguatan koordinasi lintas wilayah menjadi fokus utama agar kepadatan kendaraan di Kota Wisata tetap terkendali.
Langkah tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026 yang dipimpin langsung Wali Kota Batu, Nurochman, di Ruang Rapat Utama Balai Kota Among Tani, kemarin.
Pembahasan difokuskan pada kesiapan pengaturan arus kendaraan selama periode mudik hingga libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Nurochman menegaskan, pengelolaan lalu lintas di Kota Batu memiliki tantangan tersendiri. Sebagai destinasi wisata utama di Malang Raya, lonjakan kendaraan yang masuk ke kota ini saat musim liburan selalu meningkat signifikan.
“Koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar pengelolaan lalu lintas selama periode Lebaran bisa berjalan efektif dan responsif terhadap kondisi di lapangan,” ujarnya.

PETAKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat memimpin FLLAJ Tahap l Tahun 2026, memetakan skenario menghadapi lonjakan arus kendaraan dan wisatawan saat libur Lebaran 2026. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antarwilayah di Malang Raya. Menurutnya, karakter jaringan jalan di Kota Batu berbeda dibanding daerah lain karena tidak memiliki ruas jalan nasional.
“Kota Batu hanya memiliki jaringan jalan provinsi. Karena itu kerja sama antarwilayah sangat penting, termasuk membuka alternatif ruas jalan yang bisa menghubungkan tiga daerah di Malang Raya,” jelasnya.
Dalam forum tersebut juga dipaparkan proyeksi pergerakan kendaraan selama periode Lebaran. Diperkirakan terdapat sekitar 1,72 juta pergerakan kendaraan selama masa libur. Puncak mobilitas diprediksi mencapai 242 ribu kendaraan per hari.
Sementara itu, selama periode arus mudik saja, jumlah kendaraan yang masuk dan melintas di Kota Batu diperkirakan mencapai sekitar 1,49 juta kendaraan.
“Data tersebut menjadi dasar penyusunan skenario rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis. Selain itu, Pemkot Batu juga menyiapkan langkah antisipasi pada jalur-jalur rawan kemacetan,” paparnya.
Wali kota juga mengingatkan pentingnya memastikan fasilitas keselamatan jalan berfungsi optimal. Mulai dari rambu lalu lintas, marka jalan, hingga penerangan jalan umum di jalur utama yang dilalui pemudik dan wisatawan.
“Selain kelancaran lalu lintas, keselamatan masyarakat juga harus menjadi prioritas. Semua fasilitas keselamatan jalan harus dipastikan dalam kondisi baik,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mewaspadai potensi gangguan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana di jalur wisata. Kesiapsiagaan lintas instansi diminta ditingkatkan agar penanganan di lapangan bisa dilakukan secara cepat.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim memaparkan, kesiapan pengamanan melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang menjadi agenda rutin pengamanan mudik Lebaran.
“Terdapat beberapa titik yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas. Di antaranya Pertigaan Pendem, simpang tiga TMP Suropati dan Simpang tiga Bendo, yang selama ini menjadi jalur pertemuan arus kendaraan dari Malang menuju Kota Batu,” katanya
Selain pengaturan arus kendaraan, kepolisian juga merencanakan penutupan jalur Klemuk selama periode arus mudik. Kebijakan ini dipertimbangkan karena jalur tersebut dinilai memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan maupun potensi bencana alam.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap arus kendaraan selama libur Lebaran dapat tetap terkendali, sekaligus memastikan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu. (Ananto Wibowo)




