Akmal Budi Yulianto, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan saat memaparkan kanal-kanal dan aplikasi bagi bekal peserta yang mudik Lebaran. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mudik Lebaran 2026 tak perlu khawatir tidak mendapat pelayanan kesehatan di kampung halaman. BPJS Kesehatan memastikan layanan untuk peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Asal, kepesertaan mereka aktif.
Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito menegaskan bahwa momentum Lebaran bukan menjadi alasan berhentinya pelayanan JKN bagi masyarakat. Pelayanan BPJS Kesehatan tak dibatasi wilayah. Dimana pun peserta berada, dia tetap akan mendapat pelayanan dari BPJS Kesehatan.
“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah,” ujar Prihati Pujo, dalam agenda konferensi pers layanan BPJS Kesehatan saat libur Lebaran 2026, di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Prihati Pujo menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan oleh masyarakat kapan pun dan dapat diakses di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali pada saat Lebaran. “Masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang dan nyaman karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” katanya.
Menurutnys, BPJS Kesehatan membuka layanan di seluruh kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026, mulai pukul 08.00-13.30 waktu setempat. Tetap buka dengan sistem piket.
Diungkapkanhya, BPJS mempunyai 126 kantor cabang dan 388 kantor di tingkat kota/kabupaten. BPJS Kesehatan bekerjasama dengan 23.532 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.189 rumah sakit dan klinik Utama serta 5.025 apotek PRB dan kronis. Semua siap melayani peserta JKN.

Prihati Pujowaskito, Dirut BPJS Kesehatan. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, menambahkan semua kanal (aplikasi) BPJS Kesehatan seperti Mobile JKN, Pandawa hingga layanan call center 165, dapat diakses masyarakat dengan mudah dan cepat, tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Aplikasi Mobile JKN dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan kepesertaan secara mandiri. “Mulai dari perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan,” kata dia.
Akmal menambahkan, untuk mengecek status keaktifan kepesertaan, peserta dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (pandawa), dan Care Center 165. Dengan demikian, peserta JKN dapat memastikan kepesertaannya tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
Pada Lebaran 2026 ini, BPJS Kesehatan juga menyiapkan 8 posko pelayanan di titik padat pemudik mulai 13 hingga 16 Maret 2026. Posko itu menyediakan layanan kesehatan berupa konsultasi kesehatan, fasilitasi relaksasi bagi pemudik, pemeriksaan kesehatan dasar, penyediaan obat-obatan, pelayanan ambulans, dan tindakan sederhana emergency.
Delapan posko mudik BPJS Kesehatan berada di Pelabuhan Merak, Banten. Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur. Rest Area Tol Cipularang KM 88 A, Purwakarta. Rest Area Tol Cipali KM 166 A, Majalengka. Rest Area Tol Ungaran KM 429, Semarang. Rest Area Tol Masaran KM 519 A, Sragen. Terminal Purabaya, Sidoarjo, dan Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makasar.
Bambang Wibowo, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait pelayanan saat adanya mudik lebaran. Intinya, RS-RS siap memberikan pelayanan terbaik bagi peserta JKN.
Tulus Abadi, perwakilan peserta JKN menyatakan sosialisasi baik dari BPJS Kesehatan, Korlantas hingga PERSI sudah baik. Dia hanya berharap jangan sampai terjadi penolakan bagi peserta JKN hanya karena persoalan administrasi. Dia juga minta di posko ada plusnya yaitu adanya kopi gratis, pijat dan lainnya agar pemudik nyaman.
“Ini menyangkut kesehatan mental. Jadi mudik bukan hanya masalah kesehatan fisik, tetapi juga terkait kesehatan mental,” ujar Tulus.(Eka Nurcahyo)




