MALANG POST – Menjelang Idulfitri 1447 H, jumlah pengunjung mal mulai meningkat signifikan. Terlebih pemerintah pusat, sudah menginstruksikan agar THR bagi ASN dicairkan sejak awal Ramadan.
Direktur Lippo Plaza Batu dan Manager Malang Town Square (Matos), Agus Saputera, menyatakan hal tersebut saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (7/3/2026) kemarin.
“Ada peningkatan signifikan jumlah pengunjung mal menjelang lebaran. Apalagi pencairan THR berdekatan dengan jadwal gajian bulanan, yang memberikan dampak lebih besar pada daya beli masyarakat,” jelasnya.
Agus menyampaikan, pola belanja masyarakat menunjukkan demand tinggi pada tiga sektor utama. Seperti sektor makanan, fashion dan sektor hiburan.
Selain itu, Agus mengidentifikasi tantangan tersendiri yang dihadapi pelaku UMKM di mal, dalam bersaing dengan brand besar.
Salah satunya, UMKM kesulitan mengikuti strategi promosi dan sistem voucher yang dimiliki brand besar, karena keterbatasan margin keuntungan.
Sementara itu, Dosen Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Udik Yudiono, SE., MPd., membenarkan jika tunjangan hari raya (THR) berdampak besar pada daya beli masyarakat.
“THR merupakan dana segar yang ditunggu masyarakat, karena bisa meningkatkan daya beli secara signifikan,” sebutnya.
Udik menyampaikan, THR menciptakan multiplier effect dalam perekonomian, dimana berbagai sektor usaha dari yang terkecil hingga besar, akan merasakan dampaknya.
Pihaknya mengamati, menjelang hari raya hampir semua jenis jualan mengalami peningkatan penjualan yang luar biasa, termasuk UMKM dan sektor ritel.
Terkait dampak jangka panjang, Udik menjelaskan, THR hanya menimbulkan inflasi musiman, yang berlangsung satu hingga dua bulan saja.
“Literasi keuangan masyarakat sudah mulai meningkat, di mana masyarakat tidak lagi menghabiskan seluruh THR untuk belanja. Tapi mulai menyisihkan untuk menabung,” sebutnya. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)




