BOBOL LAGI: Dalberto Luan Belo saat mendapat kawalan dari Alfharezzi Buffon. Striker Brasil itu menjadi pemain yang selalu mencetak gol ke gawang Borneo FC dalam dua pertemuan terakhir. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Jangankan bisa balas dendam, justru pembantaian kembali terjadi di Stadion Segiri, Samarinda. Ketika Arema FC dijamu Borneo FC, di pekan ke-23 Super League musim 2025/2026.
Singo Edan yang ngluruk ke kandang Pesut Etam, Kamis (26/2/2026) malam, berharap bisa revans. Mereka kalah 1-3 di putaran pertama, saat menjamu Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen.
Kala itu pada Minggu (26/10/2025), bermain di hadapan 805 penonton, gawang Arema dibobol Mariano Peralta menit ke-3, Douglas Coutinho menit ke-79 dan Juan Villa saat injury time menit 90+11.
Yang menarik, satu-satunya gol yang dibuat Arema saat dua kali bertemu Borneo FC, dicetak orang yang sama. Dalberto Luan Belo. Putaran pertama, striker Brasil itu mencetak gol lewat titik putih menit ke-9.
Kemudian di Stadion Segiri, striker bernomor punggung 94 itu, kembali mencetak gol di menit ke-64. Menjadi gol ke-12 sepanjang 23 laga Super League.
Padahal saat bertolak ke Samarinda, Arema FC sudah membawa bekal lumayan mentereng. Empat laga tanpa kalah, dengan tiga laga berhasil menang tanpa kebobolan.
Ternyata rekor itu belum cukup untuk meladeni tim berperingkat tiga besar klasemen sementara. Borneo FC, berhasil mengacak-acak daerah pertahanan Arema. Seperti yang mereka lakukan di Stadion Kanjuruhan.
Letak kegagalan Arema melakukan revans, karena bobroknya permainan di babak pertama. Lini pertahanan Singo Edan, yang cukup solid di empat laga terakhir, menjadi sangat ringkih saat beradu dengan skuad Pesut Etam.
Pelatih Arema, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, sejak awal sudah memperingatkan pemainnya, skuad yang dihadapi adalah tim yang memiliki kekuatan besar. Borneo FC, dipastikan bakal memberikan perlawanan hebat ketika menjadi tuan rumah.
Terlebih di pekan ke-22, secara mengejutkan Borneo FC kalah 1-2 dari tuan rumah Dewa United. Untuk tetap berada di posisi tiga besar, mau tidak mau, di pekan ke-23 mereka harus bisa memenangkan pertandingan.
“Sejak awal kami sudah memprediksi, (lawan Borneo FC) adalah pertandingan yang sulit. Mereka sangat kuat saat bermain di kandang dan ditonton suporter mereka.”
“Bahkan kami sudah kalah saat pertandingan berada di menit ke-27, di babak pertama.”
“Tim kami tidak bermain seperti yang kami inginkan. Babak pertama tidak bisa kami jalani dengan baik,” kata Marcos Santos, seusai pertandingan di sesi post match press conference, Kamis (26/2/2026) tengah malam.
Sepanjang babak pertama, lanjut pelatih asal Brasil, Arema sering kehilangan konsentrasi. Menjadikan koordinasi dan kerjasama bubar, hingga memunculkan banyak celah bagi lawan, untuk bisa membombardir gawang Lucas Frigeri.
Kondisi tersebut diperparah dengan intensitas serangan yang sangat rendah. Karena pemain Arema terlalu sibuk untuk mempertahankan diri, dari berbagai macam gempuran.
Akibatnya, tak satupun peluang berhasil diciptakan Arema di babak pertama. Sementara gawang Lucas Frigeri justru kebobolan tiga gol.
“(Di babak pertama) mereka bermain dengan tempo yang sangat tinggi. Mereka sangat kuat. Mungkin karena mereka termotivasi oleh dukungan dari suporter,” sebutnya.
Pelatih berlinsensi Pro Conmebol itu pun langsung melakukan perubahan besar di babak kedua. Pemain-pemain yang dinilai tidak berkembang, langsung ditarik keluar. Dimasukkan pemain yang tidak saja punya pertahanan kuat, tapi juga memiliki naluri untuk melakukan serangan.
Walhasil, di babak kedua penampilan Arema berbeda. Menjadikan Borneo FC harus mengubah formasi dan bermain lebih bertahan. Hanya sesekali tuan rumah keluar menyerang, mengandalkan counter attack.
Sayangnya kondisi tersebut sudah sangat terlambat. Arema yang sudah tertinggal tiga gol, harus berhadapan dengan tim yang memperkuat pertahanan, agar tidak kebobolan dan mempertahankan kemenangan.
“Babak kedua kita mendominasi permainan. Tetapi sudah sangat sulit untuk membahas. Kita sudah tertinggal tiga gol di babak pertama,” sebut Marcos Santos.
Tetapi meskipun gagal revans dan kembali kalah lawan Borneo FC, pelatih 48 tahun ini tetap memberikan apresiasi kepada pemainnya. Julian Guevara dan kawan-kawan, dianggap sudah berjuang keras dan maksimal dalam laga yang ditonton 6.434 orang.
“Saya mau sampaikan terima kasih pada semua pemain. Termasuk pada Pablo (Oliveira), karena dia bermain bagus meskipun setahun tidak bermain.”
“Pablo sebelumnya cedera parah di lutut. Sekarang dia bisa gabung dengan kami lagi dan bantu Arema ke depannya,” ujarnya.
Dengan kekalahan Arema FC di pekan ke-23 tersebut, menjadikan posisi skuadra Singo Edan di klasemen sementara kembali turun. Kini dengan tetap mengoleksi 31 poin, dari hasil delapan kali menang, tujuh kali seri dan delapan kali kalah, menjadikan Arema di posisi ke-10. (Ra Indrata)




