MALANG POST – Ketika menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, Kepala Diskominfo Kota Batu, Aries Setiawan menyampaikan, Wali Kota Batu punya atensi serius terkait penataan kabel di Kota Batu, untuk mewujudkan Kota Batu yang lebih rapi dan indah.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya sudah mulai koordinasi bersama pemilik kabel (PLN dan Provider). Termasuk rencana studi banding ke daerah-daerah yang lebih dulu melakukan sistem ducting.
“Sementara untuk penganggarannya, yang lain memungkinkan dengan pihak ketiga. Karena saat ini masih ada regulasi terkait efisiensi dari pusat,” katanya di acara yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Jumat (27/2/2026).
Hanya saja, menurut Kepala Bappelitbangda Kota Batu, Bangun Yulianto, Diskominfo harus bekerja keras lagi untukg persepsi bisa mewujudkan rencana ini.
“Soal kabel udara semrawut memang sudah mulai banyak dikeluhkan dan ini bukan hanya persoalan daerah tapi nasional,” tambahnya.
Senada disampaikan Assistant Manager Jaringan Distribusi PLN UP3 Malang, Vandy Faisal. Katanya, untuk migrasi kabel udara menjadi kabel tanam atau ducting di Kota Batu, perlu persiapan matang. Termasuk memastikan apakah hanya jaringan SUTM atau semuanya.
“Jika ducting tidak disiapkan pemerintah, butuh anggaran investasi yang cukup besar. Bisa berkali lipat dari biaya kabel udara.”
“Karena kabel ducting jika terjadi gangguan, akan sulit cepat terdeteksi untuk perbaikannya. Butuh alat deteksi khusus, yang baru ada di Surabaya,” sebutnya.
Pelaku Usaha Bidang Jasa dan Jaringan Telekomunikasi, Pandu Setia, menambahkan, rencana ducting kabel akan terasa dampaknya, pada pihak pelaku usaha bidang jasa dan jaringan.
“Kemungkinan nanti kami akan melakukan sistem sewa saluran atau jaringan. Tinggal menunggu saja regulasi sewanya seperti apa dan berapa,” sebutnya.
Ketua Bidang Keamanan Cyber APJII Jatim, Bondhan Rio menyampaikan, ducting memang bagus jika pertimbangannya untuk estetika dan keamanan. Tapi ketika ada troubleshooting maka butuh waktu dan kecakapan personel. Apalagi anggaran perawatan dan investasinya cukup besar. Bisa 15 kali lipat kabel udara.
Sementara itu, Ketua Program PWK ITN Malang, Dr. Agung Witjaksono, S.T., M.T., meminta Kota Batu mencontoh beberapa daerah yang sudah lebih dulu menjalankan ducting kabel. Seperti Jakarta, Surabaya dan Kawasan Ibukota Negara.
“Nantinya juga perlu dilakukan secara bertahap. Karena tidak secara keseluruhan, mengingat di Kota Batu ada perputaran aktivitas usaha dan pariwisata,” tandas Agung. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




