Para anak yatim penerima santunan pose bersama para jurnalis. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Wajah-wajah ceria menampak sore itu di lantai 1 Warung Bu Nga, barat Velodrom Kota Malang. Komunitas Aksara Tumapel berkegiatan, kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi sosial dengan menggelar kegiatan santunan dan buka bersama bagi para anak yatim. Sebuah kegiatan yang telah rutin dilakukan hingga detik ke-23 pelaksanaannya.
Mengusung tema Bhakti Ramadhan – Aksara Tumapel “Sucikan Diri, Bersihkan Hati Menuju Ridha Illahi”, acara digelar pada Minggu (22/2/26). Aksara Tumapel yang anggotanya rerata wartawan ini memilih awal Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat kepedulian sosial.
Ketua pelaksana kegiatan, HM. Taufik menyampaikan bahwa santunan yang ke-23 dari donasi yang terkumpul ini untuk 300 anak. Namun mereja yang datang secara langsung sekitar 58 anak dari berbagai daerah kota Malang.
Santunan dan buka bersama ini merupakan agenda tetap yang selalu dilaksanakan pada pekan pertama Ramadan.
“Alhamdulillah, tahun ini menjadi tahun ke-23 kami mengadakan santunan. Setiap Ramadan, khususnya di minggu pertama, kami berupaya hadir dan berbagi bersama anak-anak yatim,” ujarnya.
Pada tahun ini, santunan diberikan kepada anak yatim baik yang berasal dari panti asuhan maupun non-panti aauhan. Selain itu, Aksara Tumapel juga akan melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menggelar Safari Ramadan ke sejumlah panti asuhan di wilayah Malang Raya.
“Kegiatan hari ini menjadi pembuka. Setelah ini kami akan melakukan kunjungan langsung ke beberapa panti asuhan untuk bersilaturahmi sekaligus menyalurkan santunan,” tambahnya.
Acara semarak dibuka dengan bacaan Al Qur’an oleh jurnalis Anis Hidayatie. Dia mengajak para anak yatim membaca surat pendek, memanggil pula yang berani untuk tampil, dilanjutkan tausiyah pembuka oleh ustadz salah satu panti asuhan yang mendampingi.

Gus Muhaimin saat memberi tausyiah. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Dipandu MC Damanhuri acara juga diwarnai pembacaan doa untuk keluarga para donatur, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Doa sehat, senantiasa dalam lindungan Allah melantun untuk para donatur. Doa mendapatkan kebaikan di alam kubur untuk yang telah berpulang. Alfatihah menjadi rangkaian dibacakan untuk setiap nama yang disampaikan para dermawan.
Gus Muhaimin yang juga jurnalis memberi tausiyah jelang berbuka
Tausiyah mewarnai acara penutup jelang berbuka. Gus Muhaimin pun sukses mengajak para yatim merasakan bahagia. Akrab mendekat, menyampaikan tema 3 waktu mustajab yang sangat baik dilakukan untuk berdoa.
” Pertama Sahur, diselingi juga dengan doa. Doa sepertiga malam ketika akan terbit matahari insya Allah mustajabah. Lalu ada lagi waktu hanya ada di bulan suci Ramadan, yakni waktunya ketika perut kita lapar seperti sesudah dzuhur dan asar ini. Lalu nanti ketika berbuka puasa,” ujar Gus Muhaimin, akrab pula dipanggil Gus Aim.
Bergulir, jelang adzan Gus Aim memberikan dan mengajak berdoa, lalu amplop para dermawan dibagikan sebelum akhirnya buka bersama, makan di tempat saat adzan tiba.
Tawa ceria menyantap semangkuk soto menjadi pemandang indah Ramadan hari ke empat. Sejumlah jurnalis yang hadir menambah semarak kegiatan ini. Di antaranya, Ra Indrata, Eka Nurcahyo, Rahadi, Agus Nurcholiq, Nedi Putra AW, dan Toni. Aksara Tumapel berharap dapat terus menebarkan manfaat serta menginspirasi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial, khususnya di Bulan Suci Ramadan.(Eka Nurcahyo)




