BERSATU: PWI Malang Raya, Sabtu (4/5/2024), menggelar halalbihalal sekaligus konferensi kerja di Balaikota Among Tani Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Sinergi dan komunikasi antara media dan komponen pemerintahan harus terus dijaga dengan baik. Karena itu, jajaran stakeholder di lingkungan OPD Pemkot Batu diminta untuk tidak miskin komunikasi dan irit bicara kepada media.
Hal tersebut dinyatakan oleh Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, usai menghadiri Halalbihalal dan Konferensi Kerja Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Sabtu, (4/5/2024).
“Komunikasi ke depan harus terus dijaga. Selama ini mungkin ada beberapa komponen kami di pemerintahan yang belum melakukan hal tersebut. Karena di pemerintahan bukan hanya Wali Kota. Kalau Wali Kota mungkin sudah membangun komunikasi yang baik dengan media. Mungkin beberapa OPD kami belum membangun hal tersebut dengan baik,” tutur Pj Aries.
Dia mencontohkan, kurangnya komunikasi yang baik seperti ketika kepala OPD ditelpon untuk diminta keterangan, namun sulit dihubungi. Karena itu, Aries meminta kepada jajaran OPD Pemkot Batu untuk tidak miskin komunikasi.
“Jangan miskin komunikasi. Harus bangun komunikasi dan jangan irit bicara. Karena ada suatu hal penting yang harus disampaikan kepada publik melalui media,” tegasnya.
Media merupakan pilar ke empat demokrasi. Yang akan turut membangun Kota Batu dan kawasan Malang Raya lainnya menjadi lebih baik. Karena itu, media harus terus memberikan saran dan langkah-langkah yang baik.

TERSENYUM: Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, ketika memberikan sambutan sekaligus membuka Konferensi Kerja PWI Malang Raya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Kami tidak alergi kritik. Kritik adalah motivasi bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan. Bahkan ketika saya mendapat share berita dari teman-teman wartawan. Langsung saya share ke OPD terkait untuk segera ditindaklanjuti. Jika dalam waktu dua hari tidak ditindaklanjuti, maka akan saya tindaklanjuti sendiri,” paparnya.
Menurutnya, media punya peran peran penting untuk bersama membangun Kota Batu jadi lebih baik. Karena itu, melalui program yang telah dicanangkan PWI Malang Raya, diharapkan bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah.
“Apapun itu bentuknya, kami berharap bisa jadi inisiasi yang baik. Sebab tidak ada peran dari pemerintah yang bisa sukses tanpa media. Apalagi media merupakan pilar ke empat demokrasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim menyampaikan, Malang Raya merupakan daerah metropolitan kedua di Jawa Timur setelah Surabaya Raya. Karena itu, Malang Raya punya potensi besar untuk menarik investasi disamping potensi lain di sektor pariwisata.
“Media massa berperan membangun strategi untuk pertumbuhan bersama. Salah satunya dengan mewujudkan terciptanya etalase potensi tiga pemerintahan daerah di Malang Raya. Meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu,” ujarnya.
Dengan terwujudnya etalase besar tersebut, menggambarkan besarnya potensi Malang Raya. Sehingga bisa nampak wajah sekaligus petunjuk arah bagi wisatawan atau investor.
“Teman-teman PWI Malang Raya harus ikut serta men-drive pembangunan di Malang Raya ini. Kiprah PWI Malang Raya sejauh ini sangat aktif menggelar program kegiatan,” kata dia.

SILATURAHMI: Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim dan Pj Wali Kota Batu, didampingi pejabat dan pengurus PWI Malang Raya, saat bersalam-salaman dengan undangan Halalbihalal PWI Malang Raya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dia juga berpesan, PWI Malang Raya terus meningkatkan kompetensi anggotanya. Serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik. Hal itu dapat dilakukan melalui program pelatihan berorientasi pada peningkatan kapasitas.
Karena seorang jurnalis harus memiliki sisi kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Selain itu, PWI Malang Raya merupakan satu-satunya yang menggelar konferensi kerja yang digelar usai kegiatan halalbihalal.
“Seperti Konferensi Kerja yang dilaksanakan PWI Malang Raya hari ini. Mungkin satu-satunya PWI kota/kabupaten yang melaksanakan Konferensi Kerja yang menjadi pedoman kerja,” katanya.
Sementara itu, Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono menyebutkan, total anggota organisasi profesi wartawan ini telah mencapai 90 orang. Sebanyak 50 diantaranya merupakan pengurus PWI Malang Raya.
Cahyono menjelaskan, konferensi kerja yang tahun ini digelar di Kota Batu tersebut, membahas rencana kerja pengurus PWI Malang Raya setelah sebelumnya dilantik pada tanggal 1 Maret 2024 lalu.
“Dalam perjalanannya, tentu PWI Malang Raya akan menggelar banyak kegiatan. Salah satunya nanti di bulan Agustus atau September, kami akan kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




