MALANG POST – Saimin (76), lansia asal Kasembon Kabupaten Malang yang hilang sejak Selasa, ditemukan tim SAR di lereng sungai, Kamis (5/11/2026) pagi, namun mengembuskan napas terakhir saat dievakuasi ke rumah sakit akibat luka lecet serta riwayat tersesat.
Pencarian terhadap Saimin (76), warga Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, yang dilaporkan hilang sejak Selasa (3/11/2026), akhirnya membuahkan hasil. Namun, kabar penemuan lansia tersebut berakhir duka.
Saimin ditemukan dalam kondisi pingsan di lereng sungai pada Kamis (5/11/2026), sebelum akhirnya meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Kapolsek Kasembon, AKP Sugihartono, mengatakan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 500 meter dari titik terakhir korban terlihat oleh warga.
“Saat ditemukan, korban dalam kondisi pingsan dengan luka lecet di bagian bahu kiri,” kata Sugihartono.
Berdasarkan dugaan sementara, korban terpeleset hingga terjatuh ke lereng sungai. Petugas bersama tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi Saimin untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

DITEMUKAN: Orang hilang di Kasembon, Kabupaten Malang berhasil ditemukan, namun sayang nyawanya tak tertolong saat hendak dibawa ke rumah sakit. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Proses pencarian melibatkan tim SAR gabungan, BPBD, kepolisian, TNI, Perhutani, serta masyarakat setempat. Pencarian dilakukan sejak korban diketahui tidak kunjung pulang setelah berpamitan pergi ke sawah.
Sebelumnya, Saimin berangkat ke area persawahan di kawasan Dusun Pait Utara pada Selasa pagi. Ia mengendarai sepeda motor yang kemudian diparkir di sebuah gubuk dekat area persawahan.
Awalnya, keluarga tidak menaruh curiga lantaran aktivitas tersebut sudah menjadi rutinitas korban. Namun, hingga sore hari, Saimin tak kunjung pulang seperti biasanya.
Sekitar pukul 17.00 WIB, anak korban memutuskan untuk menyusul ke sawah guna mencari keberadaannya. Setibanya di lokasi, keluarga hanya mendapati sepeda motor milik Saimin masih terparkir di dekat gubuk.
Pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan warga sekitar. Sekitar pukul 18.00 WIB, warga mulai menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur terakhir korban.
Dalam proses tersebut, anak Saimin bertemu dengan dua warga, Jianto dan Priyono. Keduanya mengaku sempat melihat korban di kawasan berbeda. Salah seorang saksi melihat Saimin berjalan menuju hutan mahoni, sedangkan saksi lainnya terakhir bertemu dengan korban di area hutan kopi yang mengarah ke kawasan hutan mahoni.
Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi yang dimaksud. Namun, korban tidak ditemukan di titik tersebut.
“Jaraknya kurang lebih tiga kilometer dari lokasi sepeda motor. Ketika anak korban bersama Pak Jianto dan Priyono mendatangi tempat terakhir Saimin terlihat, ternyata korban sudah tidak ada,” jelas Sugihartono.
Keluarga juga semakin khawatir karena Saimin diketahui memiliki riwayat mudah lupa. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat korban tersesat ketika berada di kawasan persawahan hingga hutan.
Setelah tiga hari pencarian, Saimin akhirnya ditemukan di lereng sungai. Sayangnya, upaya evakuasi dan pertolongan medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya. (Ananto Wibowo)




