DAPUR UMUM: Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, ketika mengecek kesiapan dapur lapangan dalam rangkaian Apel Penggelaran Personel di Mapolres. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Kepolisian Resor Malang, menyiagakan 800 personel gabungan, dengan menerapkan sistem empat wilayah rayonisasi, guna mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi, menyusul mulainya peralihan musim, di Lapangan Polres Malang, Kamis (05/11/2026).
Kesiapsiagaan menanggulangi ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Malang, dipacu secara matang oleh kepolisian.
Mengisi agenda pada Kamis (5/11/2026), jajaran Kepolisian Resor Malang melancarkan konsolidasi kekuatan skala besar di markas komando.
Langkah ini ditandai dengan menggelar Apel Penggelaran Personel, dalam rangka Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Polres Malang, Kepanjen.
Apel siaga melibatkan jajaran kepolisian, unsur TNI, instansi pemerintah daerah, hingga sukarelawan penanggulangan bencana.
Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, membeberkan, fenomena pergeseran iklim dari musim kemarau menuju penghujan, mulai memperlihatkan potensi bahaya di lapangan.
Kondisi cuaca di Bumi Kanjuruhan belakangan ini, kerap ditandai tiupan angin kencang diserta curah hujan berintensitas tinggi.
Dampaknya sudah mulai memicu kerusakan fisik di beberapa titik perbukitan dan pemukiman warga.
“Awalnya kekeringan, sekarang mulai ada angin kencang lalu hujan. Beberapa titik di Kabupaten Malang mulai terdampak,” ujar AKBP Rulian Syauri, Kamis (5/11/2026).
Bencana Longsor dan Kerusakan Bangunan
Rulian mengungkapkan, beberapa kawasan di Kabupaten Malang sudah melaporkan kejadian tanah longsor.
Selain ancaman tanah longsor di daerah lereng, terjangan angin kencang juga merusakkan deretan rumah warga hingga fasilitas gedung sekolah.
Gelar apel kesiapsiagaan digelar untuk memotret kesiapan fisik personel, sekaligus memastikan seluruh alat sarana dan prasarana (sarpras) dalam kondisi siap pakai.
Mulai dari gergaji mesin (chainsaw), perahu karet, kendaraan taktis evakuasi, hingga peralatan medis darurat.

GABUNGAN: Personel BPBD Kabupaten Malang, termasuk dalam gabungan personel yang disiagakan untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Polres Malang memperkuat tali koordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi teknis Pemkab Malang.
Sinergi interdependensi ini dibangun agar proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik dapat dieksekusi secara cepat tanpa terdadak.
“Apel ini untuk mengecek kesiapan personel dan sarpras. Jadi ketika bencana meletus, kita tidak terdadak, termasuk bantuan logistiknya,” jelas Rulian.
Skema Rayonisasi Empat Wilayah
Guna mengoptimalkan daya jangkau operasional di wilayah Kabupaten Malang, yang terbilang amat luas, Polres Malang mengerahkan sekitar 800 personel pasukan.
Namun, pengerahan ratusan personel tersebut, tidak dikonsentrasikan secara menumpuk di markas Polres Kepanjen.
Polres Malang menerapkan skema pengamanan dan kesiapsiagaan berbasis sistem rayonisasi wilayah.
Kekuatan pasukan dibagi merata ke dalam empat zona rayonisasi; yakni Rayon Utara, Rayon Selatan, Rayon Barat, dan Rayon Timur.
Lewat skema taktis ini, personel Polsek jajaran yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian dapat langsung meluncur dalam hitungan menit untuk melancarkan penanganan awal.
Kehadiran cepat petugas di lapangan difokuskan untuk tindakan penyelamatan jiwa (rescue), pembersihan puing kerusakan, serta pengamanan lokasi terdampak.
“Rayonisasi kita bagi utara, selatan, barat, dan timur. Kita gerakkan personel yang posisinya paling dekat dari titik kejadian,” pangkas Rulian mawas diri. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




