MALANG POST – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Asosiasi MIPA LPTK Indonesia 2026 secara daring di Malang, Rabu (28/10/2026), mempertemukan 68 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi guna menyelaraskan penalaran sains dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM) resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Asosiasi MIPA LPTK Indonesia (MTQ AMLI) 2026.
Agenda nasional yang diselenggarakan secara daring via platform Zoom sejak Rabu (28/10/2026) hingga Jumat (30/10/2026) ini mengusung tema “Menguatkan Karakter Saintis Qur’ani sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat yang Inovatif dan Berintegritas”.
Ajang kompetisi religius ini diikuti oleh 68 mahasiswa perwakilan dari 11 perguruan tinggi anggota AMLI se-Indonesia. Ketua Pelaksana MTQ AMLI 2026, Dr. Eny Latifah, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa perhelatan ini disiapkan sebagai wadah strategis untuk mempererat kolaborasi akademik dan pembinaan karakter.
“MTQ AMLI bukan sekadar ajang perlombaan mengejar prestasi, melainkan media silaturahmi untuk memperkuat karakter serta jejaring keakraban antaruniversitas,” ujar Eny.
Terdapat empat cabang perlombaan yang dikompetisikan, yakni tilawah (18 peserta: 8 putra, 10 putri), tartil (20 peserta: 10 putra, 10 putri), tahfiz (14 peserta: 7 putra, 7 putri), serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an (16 peserta dalam 8 tim).
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pengarahan teknis (technical briefing) pada hari pertama. Selanjutnya, babak penyisihan dan final dihelat pada Kamis (29/10/2026) di ruang virtual masing-masing cabang sebelum ditutup dengan pengumuman pemenang pada hari terakhir.
Perwakilan pimpinan FMIPA UM, Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., mengapresiasi tinggi dedikasi panitia dan pengurus AMLI. Ia menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan logika ilmiah dengan spiritualitas Al-Qur’an agar perkembangan sains dan teknologi berdampak positif bagi kemanusiaan.
“Ilmu dan iman harus berjalan beriringan. Jika ilmu mengajarkan cara bekerja, maka iman mengarahkan kita untuk memanfaatkan ilmu tersebut secara bijak, bertanggung jawab, dan demi kemaslahatan umat,” tegas Prof. Hadi.
Penyelenggaraan MTQ AMLI 2026 ini sejalan dengan komitmen UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mencetak generasi saintis yang cerdas secara intelektual, memiliki kedalaman spiritual, serta berintegritas sosial. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




