TOUR EDUCATION: HMPS Akuntansi FE UIN Malang tour education ke Kantor Bea Cukai Malang, Kamis (29/10/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tour education di KPPBC Tipe Madya Malang, Kamis (29/10/2026), guna memperluas pemahaman mahasiswa terkait implementasi audit kepabeanan, cukai, serta tata kelola keuangan negara secara rinci.
Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar tour education ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Malang, Kamis (29/10/2026). Agenda edukatif yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai kepabeanan, cukai, serta implementasi audit di instansi pemerintahan.
Rombongan mahasiswa disambut langsung di ruang rapat instansi oleh Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Tipe Madya Malang, Pitoyo Pribadi. Dalam sambutannya, Pitoyo mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang ingin mengenal lebih dekat fungsi strategis Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam mengamankan penerimaan negara sekaligus memfasilitasi perdagangan nasional.
Sesi pemaparan materi dipandu oleh narasumber ahli, Agnita, dan terbagi ke dalam dua subpembahasan utama.
Sesi pertama mengupas tugas dan fungsi (tusi) DJBC, capaian kinerja KPPBC Tipe Madya Malang, mekanisme rekrutmen pegawai, hingga edukasi kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama Bea Cukai. Sementara pada sesi kedua, materi difokuskan pada aspek yang linear dengan disiplin ilmu akuntansi, yakni prosedur audit kepabeanan dan cukai guna menguji tingkat kepatuhan pelaku usaha ekspor-impor.
Selain paparan teknis, kegiatan diselingi dengan simulasi ice breaking, kuis interaktif via platform Kahoot, serta diskusi dua arah yang dinamis.
Melalui tour education ini, mahasiswa Akuntansi FE UIN Malang diharapkan mampu menjembatani teori akuntansi di ruang kuliah dengan praktik pengawasan audit di lapangan, sekaligus mempererat sinergi antara dunia akademis dan instansi pemerintah. (Eka Nurcahyo)




