MALANG POST – Pantai tidak hanya menawarkan panorama laut dan matahari terbenam. Melalui kegiatan olahraga, destinasi pesisir juga bisa menjadi ruang pertemuan komunitas, menarik kunjungan wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Potensi itulah yang ingin diangkat melalui Family Sunset Walk & Run 2026.
Agenda lari dan jalan santai sejauh 5 kilometer (5K) yang diselenggarakan MALANG POST tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Desember 2026 di Pantai Tanjung Penyu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menyambut positif rencana kegiatan bertema “Olahraga Sekaligus Wisata” itu.
Event tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan sport tourism atau pariwisata berbasis olahraga, khususnya di kawasan Malang Selatan.
Dengan sasaran peserta dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Kehadiran peserta juga diharapkan memperkenalkan potensi wisata pesisir Kabupaten Malang kepada khalayak yang lebih luas.
Olahraga, Wisata, dan Ekonomi Lokal
Ketua Panitia Family Sunset Walk & Run 2026, Gunawan Wibisono, mengatakan, persiapan kegiatan terus dimatangkan.

Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang. (Foto: Istimewa)
Panitia menyiapkan konsep acara, pemetaan rute, fasilitas keamanan dan medis, serta strategi pendaftaran peserta.
Koordinasi dengan sejumlah vendor dan mitra juga dilakukan, termasuk Amazing Malang, untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Menurut Gunawan, lari dan jalan santai dapat menjadi sarana promosi daerah yang dikemas secara sehat dan menyenangkan.
Peserta tidak hanya mengikuti aktivitas fisik, tetapi juga berkesempatan menikmati panorama matahari terbenam di Pantai Tanjung Penyu.
“Berlari bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi acara ini juga bisa menjadi media memperkenalkan potensi daerah, menghidupkan destinasi wisata, serta menggerakkan ekonomi masyarakat. Peserta nantinya dapat menikmati indahnya sunset,” kata Gunawan, Kamis (29/10/2026).
Ia menilai, kegiatan berbasis komunitas berpeluang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Peningkatan kunjungan dapat membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, penyedia kuliner, dan usaha lokal lainnya untuk memperoleh tambahan pelanggan.
Gunawan menambahkan, penyelenggaraan event wisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Pemerintah, komunitas, pelaku usaha, dan media dapat saling mendukung agar kegiatan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi turut memperkuat daya tarik destinasi.
“Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat baik. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri membangun daerah.”
“Dibutuhkan kreativitas dan jalinan sinergi yang mampu menghadirkan inovasi dan mengajak masyarakat mencintai daerahnya melalui cara yang sehat, menyenangkan, dan produktif,” ujarnya.
Sport Tourism Jadi Peluang Malang Selatan
Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang menilai, pariwisata berbasis olahraga, berpotensi menjadi salah satu pengungkit kunjungan wisata di Malang Selatan.
Kawasan ini memiliki bentang alam yang beragam. Mulai dari pantai, pegunungan, hutan, hingga desa wisata.
Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kegiatan olahraga yang memanfaatkan karakter alam sekaligus memperkenalkan destinasi kepada peserta.
“Ke depan kita perlu semakin banyak event seperti trail run, fun run, cycling, hiking, hingga olahraga berbasis alam lainnya.”
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membangun budaya hidup sehat, tetapi juga memperkuat citra Malang Selatan sebagai destinasi sport tourism bertaraf nasional,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Mando itu juga mengapresiasi tema: “Olahraga Sekaligus Wisata”.
Menurutnya, olahraga dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang tanpa membedakan profesi, usia, suku, maupun agama.
“Di lintasan lari semua orang berdiri sejajar. Tidak ada sekat jabatan ataupun perbedaan. Yang ada hanyalah semangat kebersamaan, sportivitas, saling mendukung, dan mencintai alam.”
“Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus kita bangun dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Mando menegaskan, Disparbud Kabupaten Malang siap mendukung sinergi antara panitia, komunitas, pelaku pariwisata, dunia usaha, dan media untuk mengembangkan kegiatan berbasis komunitas yang memberi manfaat bagi daerah.
“Kami ingin semakin membuka banyak ruang kolaborasi untuk mengembangkan dan memperkenalkan wisata kita melalui kegiatan-kegiatan seperti ini. Nantinya ke depan agar lebih disiapkan untuk event lainnya,” tegasnya.
Melalui Family Sunset Walk & Run 2026, Pantai Tanjung Penyu diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar menikmati panorama pantai.
Perpaduan olahraga, rekreasi, dan promosi destinasi menjadi peluang untuk memperluas daya tarik pariwisata Malang Selatan. (Bagus Yudistira/Ra Indrata)




