MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan pentingnya kolaborasi pembangunan berkelanjutan dan pelestarian alam saat memimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu di Gedung DPRD Kota Batu, Jumat (16/10/2026), demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata.
Momen sejarah perjalanan seperempat abad Kota Batu menjadi pijakan strategis untuk memperkuat konsolidasi dan kolaborasi pembangunan daerah. Arah kebijakan kota tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi belaka, melainkan menjamin kesejahteraan warga, kualitas pelayanan publik, dan kelestarian lingkungan hidup berjalan seimbang dan selaras.
Pesan substansial tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dalam Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu yang digelar di Gedung Utama DPRD Kota Batu, Jumat (16/10/2026).
Mengusung tema “Bangkit Bersama, Jaga Alam Raya untuk mBatu SAE Berkelanjutan” dengan tajuk Kreatif SAE, perhelatan tahun ini menjadi pengingat bahwa dinamika kemajuan Kota Batu wajib dibangun melalui prinsip gotong royong tanpa mengesampingkan potensi ekologis alam yang menopang kehidupan masyarakat.
Nurochman menegaskan bahwa akselerasi pembangunan Kota Batu tidak dapat hanya dibebankan kepada jajaran pemerintah daerah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh jajaran elemen, mulai dari DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku dunia usaha, hingga warga masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, prinsip gotong royong dan sinergi lintas sektor menjadi modal sosial yang sangat krusial agar seluruh formulasi kebijakan daerah memberikan manfaat nyata bagi warga.
“Berbagai capaian strategis telah menjadi modal berharga bagi kita untuk melangkah lebih jauh. Capaian ini patut kita syukuri dan wajib kita lanjutkan melalui instrumen kebijakan yang kian memperluas kemanfaatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Cak Nur—sapaan akrab Nurochman, Jumat (16/10/2026).

Wali Kota Batu, Nurochman. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sejumlah indikator makro pembangunan Kota Batu mencatatkan tren positif. Pada 2025, realisasi investasi daerah menembus angka Rp2,33 triliun. Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada pada kategori sangat tinggi di skala 80,35. Sementara itu, persentase angka kemiskinan berhasil ditekan dari 3,06 persen pada 2024 menjadi 2,86 persen pada 2025.
Capaian kuantitatif tersebut, lanjut Nurochman, harus dijadikan fondasi memperluas pemerataan hasil pembangunan. Pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan tidak sebatas tercermin pada angka investasi, melainkan hadir secara konkret melalui pembukaan lapangan kerja, peningkatan mutu mutu layanan publik, dan perbaikan taraf hidup warga.
Oleh sebab itu, sejumlah program prioritas terus diakselerasi. Di antaranya Program Seribu Sarjana untuk memperluas aksesibilitas pendidikan, modernisasi sektor pertanian lewat skema CooSAE dan Smart and Integrated Farming, penataan infrastruktur perkotaan, penguatan layanan kesehatan, serta pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Di bidang kesehatan, Kota Batu berhasil memboyong Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya. Penghargaan ini menegaskan perluasan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga yang harus diimbangi layanan medis yang cepat dan berkualitas.
Nurochman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tenaga pendidik, tenaga kesehatan, kader Posyandu, jajaran Forkopimda, serta tokoh agama dan pemuka masyarakat lintas jemaat yang konsisten merawat iklim kondusif di Kota Batu.
Ia juga memberi penghormatan khusus kepada para petani, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pekerja industri pariwisata, pelaku ekonomi kreatif, seniman, serta komunitas pemuda yang menjadi penggerak roda ekonomi dan kebudayaan lokal.
“Masa depan Kota Batu tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita bangun hari ini, melainkan oleh kesempatan yang kita sediakan bagi generasi muda untuk belajar, berkarya, dan mengambil peran kepemimpinan,” tuturnya.
Di tengah pesatnya industri pariwisata, Cak Nur memeringatkan vitalnya menjaga ekosistem alam. Tanggung jawab lingkungan tidak boleh hanya dipasrahkan kepada pemerintah, melainkan dibiasakan dari pola hidup harian di rumah, sekolah, dan ruang publik.
Ia turut mengapresiasi insan pers atas kontribusi penyebaran informasi dan pengawasan pembangunan, serta seluruh jajaran aparatur birokrasi hingga pengurus RT/RW yang bertindak sebagai garda terdepan pelayanan publik.
“Dirgahayu ke-25 Kota Batu. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa mendoakan dan meridai setiap ikhtiar kita untuk membangun kota ini dengan niat yang tulus, kerja keras, dan semangat kebersamaan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, HM. Didik Subiyanto, menegaskan bahwa momentum Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak boleh berhenti sebagai perayaan seremonial tahunan semata.
“Peringatan hari jadi ini jangan hanya sebatas seremonial. Yang terpenting adalah bagaimana momentum ini berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, pertumbuhan sektor pariwisata, ketahanan pertanian, dan penguatan ekonomi kreatif,” tegas Didik. (Ananto Wibowo)




