MALANG POST – Skuad Arema FC, siap menguji ketajaman lini serangnya, demi memburu kemenangan tandang perdana, saat meladeni perlawanan sengit tim promosi Garudayaksa FC, pada laga Pekan ke-5 Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (17/10/2026) sore pukul 15.30 WIB.
Pertarungan sengit bakal tersaji di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/10/2026) pukul 15.30 WIB.
Laga Pekan ke-5 BRI Super League 2026/2027 ini, disiarkan secara langsung dan gratis di stasiun televisi Indosiar, serta dapat diakses melalui layanan live streaming Vidio.
Pertemuan ini mempertemukan dua tim, yang sama-sama memendam dahaga besar akan tambahan tiga poin penuh.
Tuan rumah Garudayaksa FC, sang jawara Liga 2 Championship 2025/2026, sampai saat ini masih terseok-seok mengarungi kerasnya kasta tertinggi.
Tim besutan pelatih Miloš Joksić itu, berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan dua poin dari empat laga.
Andik Vermansah dan kawan-kawan, belum pernah merasakan manisnya kemenangan musim ini.
Dua poin Garudayaksa FC dipetik dari hasil imbang laga tandang, melawan Java United (1-1) dan Persebaya Surabaya (1-1).
Sementara dua laga lainnya, berakhir dengan kekalahan saat menjamu Persik Kediri (0-2) serta bertandang ke markas Persita Tangerang (1-2).
Bek Garudayaksa FC, Hamra Hehanussa, menegaskan, seluruh pemain bertekad tampil habis-habisan demi memutus tren negatif di kandang sendiri.
“Melawan Arema saya rasa kita harus kerja keras lagi agar bisa meraih kemenangan pertama musim ini,” tegas Hamra.
Singo Edan Berburu Kemenangan Kedua
Di kubu seberang, Arema FC datang ke Bogor dengan bekal performa yang relatif lebih stabil, meski belum sepenuhnya memuaskan.
Anak-asuh Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, bertengger di peringkat ke-9 klasemen sementara, dengan mengolesi enam poin.
Singo Edan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam empat laga awal, yakni sekali menang dan tiga kali imbang beruntun.
Satu-satunya kemenangan dipetik pada pekan pembuka, saat menggulung Isenmulang Kalteng FC empat gol tanpa balas.
Setelah itu, langkah Arema FC tertahan oleh hasil imbang secara beruntun melawan PSM Makassar (3-3), Persik Kediri (1-1), dan Bhayangkara Presisi Lampung FC (2-2).
Modal paling berharga yang dikantongi Singo Edan adalah ketajaman lini serangnya.
Arema FC sudah mengemas 10 gol dari empat pertandingan.
Angka produktivitas tersebut setara dengan torehan Dewa United dan hanya terpaut dua gol dari Bali United (12 gol) yang berada di puncak daftar tim tersubur.
Ujian Tanpa Tiga Pilar Utama
Meskipun harus kehilangan tiga pilar kunci akibat cedera —yakni Gustavo Henrique, Betinho, dan Alfreandra Dewangga— pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan persiapan timnya berjalan sangat matang.
Dalam sesi konferensi pers resmi pra-pertandingan di Bogor, Jumat (16/10/2026), pelatih asal Brasil itu mengaku sangat optimistis, anak asuhnya mampu mempertahankan performa apik, seperti di babak kedua laga sebelumnya.
“Persiapan kita sampai sekarang bagus sekali. Meskipun ada tiga pemain yang absen, persiapan kita tetap bagus. Minggu ini kita bisa berlatih dengan baik,” ujar Marcos Santos.
Ia berharap para pemain bisa mempertahankan intensitas permainan tinggi, agresivitas merebut bola, serta keberanian dalam menciptakan peluang di area penalti lawan.
“Semoga kita bisa membawa permainan bagus yang kita lakukan pada babak kedua saat melawan Kediri dan Bhayangkara ke pertandingan besok melawan Garudayaksa untuk mendapatkan tiga poin,” lanjutnya.
Gabriel Silva Berburu Gol Perdana

Hal senada ditiupkan oleh winger asing Arema FC, Gabriel Silva.
Pemain asal Brasil tersebut menegaskan, jeda waktu sepekan telah dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh anggota tim, untuk membenahi kekurangan taktis.
Gabriel Silva mengaku tidak risau, meski dirinya belum mencetak gol dalam beberapa laga terakhir.
Bagi Gabriel, kepentingan kolektif tim meraih tiga poin di laga tandang, berada jauh di atas ambisi atau target pribadi.
“Sebagai pemain, kami memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri selama minggu ini. Paling penting adalah tim bisa menang dan saya bisa membantu tim di lapangan,” ungkap Gabriel Silva.
Ia mengaku terus memeras keringat di sesi latihan harian agar efektivitas permainannya semakin tajam di depan gawang Garudayaksa.
“Tentu saya bekerja keras setiap hari untuk memperbaiki kondisi ini. Semoga pada laga melawan Garudayaksa saya bisa mencetak gol dan membawa pulang tiga poin,” harapnya.
Pantau Peta Kekuatan dan Komposisi Lawan
Disinggung mengenai kondisi Garudayaksa FC yang sedang pincang dan belum pernah menang, Marcos Santos enggan jemawa apalagi memandang remeh lawan.
Ia menilai peta persaingan Super League musim ini merata dan jauh lebih sulit bagi seluruh kontestan.
Garudayaksa FC dinilainya tetap memiliki kedalaman skuad yang berbahaya karena mempertahankan kerangka tim juara Liga 2 serta dipimpin jajaran staf pelatih asal Eropa.
“Pertandingan ini sulit sekali. Garudayaksa masih memiliki staf pelatih dan banyak pemain dari musim kemarin saat juara Liga 2,” tutur Marcos.
Marcos juga menyoroti keberadaan deretan pemain asing berkualitas di skuad lawan.
Mulai dari penyerang asal Brasil Carlos Franca, pilar Jepang Ryo Matsumura, hingga legiun asing asal Afrika.
“Mereka masih dalam proses untuk mendapatkan chemistry. Sekarang kita harus fokus menghadapi tim ini dengan konsentrasi dan intensitas tertinggi,” tegas pelatih berpaspor Brasil itu.
Soroti Kebijakan Tanpa Official Training
Di sela-sela pemaparan kesiapan tim, Marcos Santos memberikan catatan kritis terkait regulasi baru kompetisi musim ini yang meniadakan sesi latihan resmi (official training) di stadion utama sebelum laga.
Sebelum menyampaikan kritiknya, Marcos lebih dulu mengapresiasi keberhasilan Timnas Indonesia yang sukses meraih gelar juara di ajang Asian Games serta mengapresiasi kinerja PSSI dalam mengelola kompetisi.
Namun, ia menyayangkan ketiadaan akses adaptasi lapangan bagi tim tamu.
Menurutnya, setiap stadion memiliki karakter rumput dan kontur tanah yang berbeda-beda sehingga pemain butuh waktu untuk mengenali kondisi lapangan.
“Saya sedikit kecewa karena kami tidak bisa melakukan latihan resmi di stadion tempat pertandingan berlangsung. Ini bisa memengaruhi kualitas permainan,” cetus Marcos.
Ia menilai sesi latihan singkat selama satu jam tidak akan merusak kondisi kualitas rumput stadion.
“Saya berharap kebijakan ini dapat ditinjau kembali oleh penyelenggara liga agar kualitas pertandingan di lapangan menjadi lebih baik,” harapnya.
Fokus Tingkatkan Mentalitas Dan Daya Juang
Menghadapi rangkaian laga tandang yang panjang di luar Malang—termasuk persiapan menghadapi Persija Jakarta pada pekan berikutnya—skuad Arema FC membawa 25 pemain terbaiknya dalam rombongan.
Gabriel Silva menegaskan berpindah-pindah kota tempat bertanding tidak mengganggu fokus dan kondisi fisik para pilar Singo Edan.
“Ini bukan masalah bagi kami. Yang paling penting adalah persiapan yang kami lakukan. Kami selalu siap menghadapi segala dinamika,” kata Gabriel.
Menutup keterangannya, Marcos Santos mengingatkan jajaran pemainnya agar memiliki motivasi dan daya juang yang jauh lebih tinggi daripada tuan rumah.
Arema FC datang ke Bogor bukan untuk bertahan, melainkan menggempur pertahanan lawan sejak peluit kick-off ditiupkan.
“Motivasi kita harus lebih tinggi daripada mereka. Kita datang ke sini untuk mendapatkan poin penuh. Kita hadapi laga ini dengan fokus pada aspek fisik, taktik, strategi, serta mentalitas bertanding,” pangkas Marcos Santos. (Ra Indrata)




