MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, memimpin ziarah, tabur bunga, dan doa bersama di makam dua mantan Wali Kota Batu, almarhum Imam Kabul di TPU Samaan Malang dan almarhum Eddy Rumpoko di Pesanggrahan Batu, Kamis (15/10/2026), menjelang Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Menghargai dan meneladani rekam jejak perjuangan para pemimpin terdahulu merupakan bagian krusial dalam keberlanjutan roda pemerintahan daerah. Semangat takzim tersebut ditunjukkan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, dengan menggelar ziarah makam ke dua mantan wali kota pendahulu, Kamis (15/10/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 Kota Batu.
Prosesi ziarah dan doa bersama tersebut ditujukan ke makam almarhum Imam Kabul (Wali Kota Batu periode 2002–2007) serta almarhum Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu periode 2007–2017).
Nurochman memimpin langsung rombongan peziarah didampingi Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Penjabat Sekretaris Daerah, serta jajaran Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Batu. Pusara almarhum Imam Kabul berlokasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan, Kota Malang, sedangkan makam almarhum Eddy Rumpoko berada di Kompleks Pemakaman Keluarga Desa Pesanggrahan, Kota Batu.
Di kedua pusara tokoh pembangunan tersebut, rombongan memanjatkan doa khusyuk dan melakukan tabur bunga sebagai wujud penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan rekam jejak pengabdian almarhum dalam meletakkan pondasi pemerintahan Kota Batu.
Cak Nur—sapaan akrab Nurochman—menyampaikan bahwa agenda ziarah bukan sekadar tradisi seremonial tahunan untuk mendoakan almarhum yang telah berpulang. Lebih dari itu, giat ini menjadi momentum refleksi untuk mengingat kembali jasa, gagasan, dan fondasi perjuangan para pendahulu dalam membangun Kota Batu.

TABUR BUNGA: Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat melakukan ziarah kubur ke makam almarhum Eddy Rumpoko di Desa Pesanggrahan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Terlebih, almarhum Imam Kabul merupakan wali kota pertama yang memimpin semenjak Kota Batu resmi berdiri sebagai daerah otonom. Periode kepemimpinannya menjadi tumpuan awal dari perjalanan struktur birokrasi pemerintahan yang terus bertransformasi hingga saat ini.
“Hari ini kami bersama jajaran Pemkot Batu berkesempatan ziarah ke makam Bapak Imam Kabul dan Bapak Eddy Rumpoko. Ini merupakan wujud ikhtiar kami untuk memuliakan, menghormati, dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan besar beliau berdua untuk Kota Batu,” ujar Cak Nur, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan bahwa capaian pembangunan Kota Batu hari ini tidak dapat dipisahkan dari pondasi kokoh yang telah diletakkan oleh para pemimpin masa lalu. Setiap babak kepemimpinan mengukir kontribusi strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kemajuan daerah.
Oleh karena itu, Pemkot Batu berkomitmen merawat serta melanjutkan gagasan dan pemikiran konstruktif para pendahulu. Berbagai ide strategis yang masih relevan akan terus diintegrasikan ke dalam program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat luas.
Menurutnya, estatika roda pemerintahan merupakan proses panjang yang saling berkesinambungan. Kepemimpinan saat ini bukanlah titik awal yang berdiri terisolasi, melainkan bagian dari mata rantai estafet pengabdian para wali kota sebelumnya.
“Maka hari ini saya bersama Pak Wakil Wali Kota, Pak Sekda, dan seluruh kepala SKPD hadir untuk menabur bunga sekaligus mendoakan almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan pengabdian beliau serta menempatkan almarhum di sisi-Nya dalam keadaan husnul khotimah,” tuturnya.
Ziarah ini menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan Kota Batu dibangun atas sinergi dan pengorbanan banyak pihak lintas generasi. Penghormatan kepada para pendahulu diharapkan senantiasa berjalan seiring dengan komitmen menjaga keberlanjutan pembangunan Kota Batu yang lebih sejahtera. (Ananto Wibowo)




