MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 51 Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkot Batu di Graha Pancasila, Batu, Kamis (15/10/2026), sembari menegaskan agar penghargaan pengabdian tersebut dibayar tuntas melalui kinerja nyata dan pelayanan publik.
Penganugerahan tanda kehormatan atas puluhan tahun masa pengabdian bukan sekadar bentuk apresiasi formalitas atas lamanya masa kerja aparatur. Lebih dari itu, penghormatan tertinggi dari negara tersebut wajib dibayar tuntas lewat pembuktian kinerja, kedisiplinan, serta pelayanan nyata kepada masyarakat.
Pesan substansial tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Batu, Nurochman, saat memimpin penganugerahan dan penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 51 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang berlangsung khidmat di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Trikintro Tani, Kota Batu, Kamis (15/10/2026).
Rincian dari total 51 ASN penerima penghargaan presiden tersebut mencakup dua orang dengan masa bakti 30 tahun, 32 orang dengan masa bakti 20 tahun, serta 17 orang dengan masa bakti 10 tahun.
Cak Nur—sapaan akrab Nurochman—mengingatkan bahwa Tanda Kehormatan Satyalancana yang disematkan tidak boleh berhenti sebatas aksesoris atau simbol perjalanan karier. Sebaliknya, penganugerahan ini harus dijadikan momentum evaluasi diri (self-assessment) sekaligus pijakan meningkatkan mutu pelaksanaan tugas aparatur sipil negara (ASN).
“Yang tahu seratus persen kapasitas dan kebenaran dari apa yang kita kerjakan adalah diri kita sendiri. Tidak mungkin pimpinan memantau kinerja staf satu per satu setiap hari. Oleh karena itu, manfaatkan momentum penganugerahan ini untuk mawas diri dan mengevaluasi kinerja,” ujar Cak Nur, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, setiap ASN wajib memupuk kesadaran penuh dalam mengemban amanah publik, termasuk menjamin seluruh tata kelola pekerjaan berjalan sesuai regulasi. Integritas dan disiplin, lanjutnya, tidak boleh hanya ditunjukkan sewaktu berada di bawah pengawasan atasan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran nurani pribadi.

SEMATKAN: Wali Kota Batu, Nurochman saat menyematkan penghargaan kepada para ASN di lingkungan Pemkot Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur menegaskan bahwa pengabdian ASN Pemkot Batu harus linier dengan visi dan misi pembangunan daerah melalui semangat mBatu SAE (Sederhana, Akuntabel, dan Eksekutif). Rekam rekam jejak masa kerja yang panjang wajib dibuktikan melalui kontribusi kerja yang terukur. Derajat pengabdian seorang aparatur tidak hanya dihitung dari durasi jam kerja, melainkan dari kemanfaatan konkret yang dirasakan warga.
Ia menambahkan, masa pengabdian 10 hingga 30 tahun bukan sekadar angka statistik perjalanan karier. Di balik rentang waktu tersebut melekat tanggung jawab moral dan konsekuensi jabatan yang harus ditunaikan dalam melayani masyarakat.
“Semoga hari ini menjadi pemantik spirit baru bagi panjenengan sekalian untuk terus memperbaiki diri, menggenjot kinerja, serta memacu profesionalisme dalam mengabdi dan melayani warga Kota Batu,” tegasnya.
Cak Nur mengingatkan bahwa tantangan tata kelola pemerintahan saat ini kian kompleks dan dinamis. Perubahan ekspektasi sosial masyarakat bergerak cepat beriringan dengan dinamika regulasi pemerintah pusat.
Di tengah kondisi tersebut, setiap tugas dan tanggung jawab birokrasi wajib dieksekusi secara tepat, presisi, dan akuntabel. ASN dituntut tidak sekadar gugur kewajiban menyelesaikan urusan administratif, melainkan memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Saya ingin menekankan bahwa seluruh tugas dan tanggung jawab birokrasi harus dilakukan secara benar, kredibel, dan secara konkret memberikan manfaat langsung bagi kemaslahatan warga Kota Batu,” pungkasnya.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya merupakan bentuk penghargaan resmi negara dari Presiden Republik Indonesia kepada para PNS yang secara konsisten menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan tanpa cacat moral selama menjalankan tugas.
Melalui penghargaan ini, para penerima diharapkan terus memelihara komitmen kepemimpinan publik sekaligus menjadi teladan (role model) bagi aparatur lainnya dalam mengakselerasi roda pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Turut hadir mendampingi dalam perhelatan tersebut, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu. (Ananto Wibowo)




