BERTAMU: Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marzuni dan Alfeandra Dewangga, saat berada di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (Malvocs). (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Operator kompetisi BRI Super League 2026/2027, menggelar program edukasi iLeague Goes to School di SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (Malvocs), guna mengenalkan luasnya ekosistem industri sepak bola profesional kepada ratusan pelajar grassroot.
Suasana di aula SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen (Malvocs) mendadak pecah dan riuh gemuruh.
Sekolah kejuruan yang dahulu beken dengan nama SMEA Muhammadiyah (SMEAMU) itu, dipilih menjadi lokasi ajang sosialisasi industri olahraga tingkat sekolah menengah.
Rangkaian acara dikemas sangat interaktif, mulai dari talkshow edukatif, beragam gim berhadiah, hiburan musik, hingga kompetisi yel-yel antarkelas yang diikuti secara antusias.
Kemeriahan acara membubung tinggi saat panitia menghadirkan bintang tamu kejutan: pilar lapangan tengah Arema FC, Alfeandra Dewangga.
Dewangga tampil bersemangat saat bertindak selaku juri lomba yel-yel sekaligus mengumumkan para pemenang.
Usai acara, pemain tim nasional tersebut langsung diserbu ratusan siswa yang berebut meminta tanda tangan dan berswafoto (selfie).
Salah seorang siswi Kelas X, Gadis Ikhtiar, tak sanggup menyembunyikan rasa bahagianya.
Sebagai seorang Aremanita sejati, kehadiran Dewangga secara mendadak di sekolahnya menjadi kejutan yang tak terlupakan.
“Kaget banget kalau yang datang Dewangga. Sampai gemetar dan tidak bisa berkata-kata. Saya bela-belain berebut demi bisa foto bareng. Acaranya keren sekali,” tutur Gadis dengan wajah berseri-seri.
Perluas Target Ke 18 Kota Homebase
Di balik kemeriahan dan histeria para siswa, program ini membawa misi edukasi yang amat krusial.
Manager Club and Community Development iLeague, Hanif Marzuni, mengapresiasi tinggi keterbukaan dan visi jauh ke depan dari jajaran guru serta siswa Malvocs.
Hanif menjelaskan bahwa target edukasi grassroot musim ini dikembangkan semakin masif menembus 18 kota peserta kompetisi Super League 2026/2027.
“Antusiasmenya luar biasa. Sekolah ini sangat kooperatif dan punya visi jauh ke depan. Mereka paham bahwa anak didik butuh wawasan industri sepak bola,” ujar Hanif Marzuni.
Program Goes to School dan Goes to Campus disiapkan beriringan di 18 kota homebase klub.
Jumlah lokasi sasaran meningkat dibanding musim lalu yang hanya menjangkau 15 kota.
Pelajar tingkat SMK dan SMA diajak memahami bahwa industri sepak bola membuka ruang karier profesional yang sangat luas di luar profesi pemain.
Inovasi Vokasi Dan Relevansi Industri
Sinergi terobosan ini disambut hangat oleh Kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, Siswanto Tri Mulyono, S.HI., M.Pd.
Siswanto menegaskan bahwa sekolah kejuruan yang dipimpinnya memiliki rekam jejak historis yang kuat di dunia kreatif dan olahraga.
Salah satu karya monumental kelas film Malvocs adalah keberhasilan memproduksi film layar lebar kenamaan Darah Biru Arema.
Pemahaman baru yang dibawa iLeague dinilai sangat padu dengan arah pengembangan kurikulum vokasi modern.
Anak-anak SMK tidak boleh hanya diposisikan sebagai pendukung atau penonton di tribun stadion.
Siswa kejuruan dari berbagai jurusan—seperti penyiaran, multimedia, manajemen, hingga teknik—harus berani mengambil peran profesional di balik layar industri sepak bola.
“Sepak bola hari ini adalah industri raksasa. Anak-anak SMK tidak harus menjadi pemain di lapangan, tetapi ada banyak divisi di dalam klub dan operator yang membutuhkan tenaga kerja terampil,” ungkap Siswanto.
Melalui edukasi ini, Malvocs berharap para siswanya terpacu untuk terus mengasah keahlian agar siap menjadi bagian dari pemaju industri olahraga nasional. (*/Ra Indrata)




