KAPTEN: Johan Alfarizi ketika turun lawan Bhayangkara FC. Tiga kali hasil imbang beruntun, menjadikan Singo Edan berada dalam sorotan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Skuad Arema FC menjaga rekor impresif belum tersentuh kekalahan hingga Pekan ke-4 Super League 2026/2027. Namun tiga hasil imbang secara beruntun menjadi catatan evaluasi serius bagi jajaran pelatih demi menjaga konsistensi perburuan papan atas klasemen, Rabu (14/10/2026).
Status klub tak terkalahkan (unbeaten) di kasta tertinggi kompetisi nasional kerap kali menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebuah tim.
Hingga merampungkan Pekan ke-4 Super League 2026/2027, Arema FC resmi tercatat sebagai satu dari enam kontestan yang belum pernah mengecap pahitnya kekalahan.
Lima tim lainnya yang mengapit rekor serupa adalah Persija Jakarta, Dewa United, Persita Tangerang, Persebaya Surabaya, serta Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Namun demikian, jika dibedah secara mendalam dari kacamata perolehan poin, status unbeaten Singo Edan belum bisa dikatakan sepenuhnya memuaskan.
Persija Jakarta tampil luar biasa konsisten dengan menyapu bersih empat laga awal lewat kemenangan penuh untuk mengemas 12 poin di puncak klasemen.
Dewa United menyulap lima laga menjadi 11 poin persaingan ketat.
Sementara itu, Persita dan Persebaya dengan nyaman menghuni kelompok papan atas lewat raihan delapan poin dari dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Bandingkan dengan Arema FC dan Bhayangkara FC yang sama-sama baru mengoleksi enam poin dari empat laga.
Keduanya baru memetik satu kemenangan dan tiga kali tertahan imbang, yang membuat posisi Singo Edan masih tercecer di urutan ke-9 klasemen sementara.
Dua Sisi Mata Uang: Serangan Tajam Dan Pertahanan Bocor
Setelah membuka musim lewat kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC, grafik performa Arema FC seolah tertahan di jalur seri.
Singo Edan secara beruntun ditahan imbang PSM Makassar 3-3, Persik Kediri 1-1, serta Bhayangkara FC 2-2 di Kanjuruhan.
Ada dua sisi mata uang yang terlihat sangat mencolok dari gaya permainan anak asuh Marcos Santos.
Dari sisi penyerangan, ketajaman lini depan Arema FC sangat luar biasa menakutkan dengan koleksi total 10 gol dari empat laga.
Namun di sisi lain, rapuhnya konsentrasi benteng pertahanan membuat gawang Adi Satryo sudah harus enam kali dipaksa memungut bola.
Hasil imbang 2-2 melawan Bhayangkara FC pada Sabtu (10/10/2026) di Stadion Kanjuruhan menjadi cerminan paling gamblang.
Arema FC dipaksa tertinggal dua gol terlebih dahulu di babak pertama lewat sundulan Matias Ocampo dan sepakan keras Milan Ristovski.
Evaluasi dan Reaksi Mentalitas Marcos Santos
Kebangkitan Singo Edan pada babak kedua lewat gol Marcos Vinicius menit ke-52 dan tandukan tajam Samuel Otusanya menit ke-61 setidaknya menjadi bukti sahih tingginya daya juang tim.
Pelatih kepala Arema FC, Marcos Santos, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan timnya terhindar dari kekalahan di kandang murni dipicu oleh perubahan mentalitas di dalam ruang ganti.
Juru taktik berusia 47 tahun asal Brasil tersebut mengaku bangga atas reaksi pantang menyerah yang ditunjukkan seluruh anak asuhnya usai turun minum.
“Kami terus berjuang dan tidak mau menyerah. Saya bangga kepada para pemain yang tidak berhenti berusaha menyamakan kedudukan dan menyerang,” ujar Marcos Santos.
Meski demikian, Marcos menggarisbawahi bahwa daya juang tinggi tidak boleh terus-menerus dijadikan penambal kelengahan awal laga.
Guna menggeser rentetan hasil imbang menjadi pundi-pundi kemenangan penuh, pertahanan Arema FC dituntut tampil jauh lebih disiplin sejak peluit kick-off ditiupkan. (Ra Indrata)




