Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma. (Foto: Nino Wiwantara/Malang Post)
MALANG POST – Kondisi jembatan yang mulai dimakan usia, membuat Pemerintah Kabupaten Malang turun tangan. Jembatan penghubung Desa Girimoyo dan Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, kini dibangun ulang untuk memperkuat akses utama masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan konstruksi.
Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD. Pekerjaan telah dimulai pada September 2026.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, jembatan tersebut memiliki fungsi penting karena menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk menghubungkan Desa Girimoyo dan Desa Bocek.
“Pengerjaan pembenahan jembatan tersebut mendapat plot dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sudah kami lakukan di bulan September lalu. Diperkirakan bakal rampung 150 hari kerja sejak dimulainya pekerjaan,” jelas Khairul, Kamis (8/10/2026).
Lebar Jembatan Ditambah
Dalam pembangunan tersebut, dimensi jembatan mengalami peningkatan. Lebar jembatan yang sebelumnya sekitar 3,5 meter akan diperbesar menjadi 6 meter.
Sementara panjang jembatan yang disebut sekitar 3,4 meter, tetap menjadi bagian dari struktur penghubung tersebut. Ketinggian jembatan dari permukaan hingga dasar sungai juga ditingkatkan dari sekitar 2,5 meter menjadi 4,2 meter.
Perubahan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan jembatan, terutama dalam menghadapi kondisi aliran sungai ketika volume air meningkat.
Khairul mengatakan, kondisi konstruksi jembatan lama memang sudah mengalami penurunan. Dalam proses pekerjaan, tim juga menemukan kerusakan pada pilar penyangga.
“Secara konstruksi bangunan itu sudah termakan usia. Saat proses pekerjaan, kami menemukan adanya kerusakan pada pilar penyangga tiang di jembatan,” terangnya.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pembangunan jembatan diprioritaskan. Terlebih, peningkatan volume air sungai berpotensi memberikan tekanan terhadap struktur bangunan yang sudah mengalami kerusakan.
“Kalau melihat kondisi jembatan yang sebenarnya memang sangat mengkhawatirkan, karena bisa saja menjadi bom waktu terjadinya jembatan tersebut ambruk apabila volume air meningkat,” lanjutnya.
Karena itu, DPUBM memilih membangun ulang struktur jembatan. Meski dilakukan pembangunan kembali, bentuk konstruksi tetap dipertahankan agar sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang telah ditetapkan.
Perkuat Konektivitas Ekonomi
Khairul menambahkan, pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan akses transportasi masyarakat. Infrastruktur tersebut juga memiliki peran dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Kabupaten Malang.
Konektivitas yang baik antara sentra produksi, jalur distribusi, pasar, hingga konsumen menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Terlebih, wilayah Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian yang tersebar di berbagai kawasan. Infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai diperlukan agar hasil produksi dapat didistribusikan dengan lebih baik.
“Dengan pola pembangunan yang semakin terarah dan berbasis potensi wilayah, infrastruktur jembatan dan jalan tidak hanya dipandang sebagai aset fisik pemerintah daerah. Pentingnya infrastruktur tersebut ditempatkan sebagai urat nadi distribusi pangan dan penggerak perekonomian masyarakat Kabupaten Malang,” pungkasnya.
Dengan pembangunan ulang tersebut, jembatan Girimoyo-Bocek diharapkan tidak hanya kembali berfungsi optimal, tetapi juga memiliki kapasitas yang lebih baik untuk menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kedua desa. (Nino Wiwantara/Ra Indrata)




