Parade Entrepreneurship 2026: FE UIN Malang Didorong inovasi digital dan wirausaha santri. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyerahkan sertifikat halal bagi 529 pelaku UMKM binaan sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan PT XL Axiata dan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh dalam ajang Parade Entrepreneurship 2026 di Malang, Kamis (8/10/2026).
Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melangsungkan agenda tahunan bertajuk Parade Entrepreneurship 2026 dengan mengusung tema “Inovasi Digital, Wirausaha Kreatif”. Ajang bergengsi ini dihelat pada Kamis (8/10/2026) di Aula Lantai 5 Gedung Dr. Ir. H. Soekarno, Kampus UIN Malang, serta dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, pelaku UMKM, hingga santri.
Kegiatan ini menghadirkan jajaran tokoh penting sebagai narasumber dan pimpinan acara, di antaranya Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.Ei.; Pemilik Laila Ghani, Dr. Lailatul Farida, M.M.; serta praktisi keamanan siber (cybersecurity), Saksono Dwi Handarto, S.Pi. Kehadiran para pembicara dari ranah akademisi, dunia usaha, dan praktisi teknologi ini merepresentasikan semangat kolaborasi lintas sektoral yang diusung dalam agenda tersebut.
Salah satu momen krusial dalam perhelatan ini adalah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ekonomi UIN Malang bersama PT XL Axiata Tbk dan Pondok Pesantren (PP) Bahrul Maghfiroh. Kemitraan strategis ini dirancang guna memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis digital, meningkatkan daya saing bisnis santri (santripreneur), serta memperluas jaringan kolaborasi antara industri telekomunikasi dan perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Dekan FE UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.Ei., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mengeksekusi visi inovasi digital dan wirausaha kreatif di lingkungan akademik maupun masyarakat luas. Ia berharap sinergi tripartit antara perguruan tinggi, industri telekomunikasi, dan pesantren dapat melahirkan model pemberdayaan ekonomi umat yang berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sebagai wujud komitmen konkret dalam mendukung legalitas serta standardisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), rangkaian acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan sertifikat halal. Sebanyak 12 perwakilan UMKM hadir secara simbolis di atas panggung untuk menerima sertifikat tersebut, mewakili total 529 pelaku UMKM yang telah menyelesaikan program pembinaan serta pendampingan sertifikasi halal yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Halal FE UIN Malang.
Program pendampingan ini menjadi bentuk kontribusi nyata kampus dalam mendorong pelaku usaha kecil agar memiliki legalitas usaha yang kokoh, sekaligus meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk lokal.
Melalui gelaran Parade Entrepreneurship 2026, Fakultas Ekonomi UIN Malang berikhtiar memicu lahirnya wirausahawan muda yang tidak hanya cakap mengadopsi teknologi digital, tetapi juga konsisten menjunjung tinggi prinsip kehalalan serta keberlanjutan bisnis. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menjadi percontohan (role model) sinergi yang dapat direplikasi di berbagai daerah demi memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. (Eka Nurcahyo)




