Prof. Dr. Hj Ilfi Nur Diana, M.Si., Rektor UIN Maliki Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengukir prestasi internasional dengan menembus peringkat 7 perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings 2027, Rabu (30/9/2026), sebagai bukti penguatan mutu riset, publikasi, serta kolaborasi global kampus.
Ukiran prestasi membanggakan di panggung pemeringkatan perguruan tinggi dunia melalui Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 berhasil disabet oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Berada di posisi 7 besar nasional perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE WUR 2027 merupakan capaian bereputasi internasional yang sangat diperhitungkan.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, menyampaikan bahwa hasil pemeringkatan tersebut patut disyukuri secara mendalam, sekaligus dijadikan pemantik evaluasi internal untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan.
“Masuk dalam jajaran 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi THE WUR 2027 bukanlah tujuan akhir, melainkan cermin objektif untuk memotret sejauh mana efektivitas transformasi dan kinerja akademik kampus kita terus berkembang,” ujar Prof. Ilfi, Rabu (30/9/2026).
Menurut Prof. Ilfi, metrik penilaian THE WUR tidak hanya mengukur satu indikator tunggal. Penilaian komprehensif tersebut mencakup lima pilar utama, yakni kualitas pembelajaran (teaching), lingkungan dan mutu penelitian (research environment and quality), dampak sitasi ilmiah (citation impact), jejaring internasional (international outlook), serta transfer pengetahuan industri (industry income).
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa penguatan kinerja di UIN Malang wajib dijalankan secara holistik. Seluruh civitas akademika perlu secara konsisten memacu produktivitas riset bereputasi, memperbanyak sitasi jurnal internasional, serta mempeketat standar mutu pembelajaran di kelas.
“Ke depan, kita harus terus meningkatkan kualitas dan produktivitas riset, memperkuat publikasi ilmiah dan sitasi, memperluas kolaborasi internasional, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat hilirisasi hasil penelitian dan kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan,” paparnya.
Prof. Ilfi menekankan bahwa lompatan peringkat dalam THE WUR 2027 bukan alasan bagi UIN Malang untuk berpuas diri atau mengendurkan akselerasi. Sebaliknya, pencapaian ini menjadi pengingat bahwa dinamika menuju perguruan tinggi berkelas dunia (world class university) membutuhkan napas panjang dan konsistensi.
Ia berharap peningkatan peringkat di tingkat global dapat berjalan selaras dengan peningkatan mutu pelayanan riil yang dirasakan langsung oleh seluruh civitas akademika dan masyarakat umum.
“Kami ingin setiap kenaikan peringkat berbanding lurus dengan peningkatan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra kerja, serta masyarakat luas,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa capaian membanggakan ini harus dikonversi menjadi energi kolektif untuk memperkuat budaya mutu (quality culture) dan iklim kolaborasi di lingkungan Kampus Ulul Albab.
“Mari kita jadikan momentum THE WUR ini sebagai motivasi untuk terus menaikkan standar kualitas, merawat semangat kolaborasi, dan membawa nama Kampus Ulul Albab kian diperhitungkan di kancah nasional maupun dunia,” pungkas Prof. Ilfi. (Eka Nurcahyo)




