TALENTA: Andre Caldas, Yusrinal Fitriandi dan Marcos Santos dalam salah satu kesempatan. General Manager Arema FC itu meminta skuad Singo Edan tidak meremehkan lawan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC memperingatkan seluruh jajaran pemain dan tim pelatih, agar tidak meremehkan kekuatan lawan, di awal musim Super League 2026/2027. Sementara pelatih Marcos Santos meminta Aremania bersabar mengawal proses perkembangan tim.
Kompetisi kasta tertinggi sepak bola tanah air, selalu menyimpan kejutan yang tidak terduga di setiap perpekanannya.
Di awal musim, ketika sebagian tim masih meraba-raba skema terbaik dan berjuang menyatukan kekompakan pemain baru, sikap terlalu percaya diri justru bisa menjadi perangkap mematikan.
Kewaspadaan tinggi itulah yang kini ditanamkan oleh manajemen Singo Edan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menilai bahwa persaingan di papan atas Super League 2026/2027, sudah terasa sangat sengit sejak peluit pertama dibunyikan.
Kondisi beberapa lawan yang dianggap belum menemukan bentuk permainan terbaiknya, sama sekali bukan alasan bagi Arema FC untuk mengendurkan fokus.
Pria yang akrab disapa Inal tersebut menunjuk perlawanan alot yang diberikan oleh PSM Makassar dan Persik Kediri, pada pekan-pekan awal.
Meski melakoni perombakan besar dalam struktur pemain, kedua tim terbukti sanggup memberikan tekanan berat bagi Singo Edan.
“Meski banyak tim butuh penyesuaian di awal musim, itu tidak bisa menjadi alasan bagi kami untuk meremehkan lawan. Sebab persiapan mereka juga cukup matang,” tegas Inal, Senin (28/9/2026).
Yusrinal menggarisbawahi, setiap kontestan liga memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengubah pendekatan taktik berdasarkan evaluasi pertandingan sebelumnya.
Oleh karena itu, ia meminta tim pelatih tidak sekadar berfokus pada perbaikan internal.
Langkah intelijen berupa pengamatan mendalam terhadap peta kekuatan dan perubahan pola permainan lawan, harus dioptimalkan sebelum melangkah ke lapangan.
“Tim tidak boleh hanya mengandalkan evaluasi internal untuk memperbaiki strategi, tetapi perlu mengoptimalkan pengamatan terhadap lawan secara komprehensif,” tandas Inal.
Sementara itu dari ruang ganti, Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, melontarkan imbauan khusus kepada para pendukung setia, Aremania.
Imbauan tersebut disampaikan usai Arema FC kembali ditahan imbang 1-1 oleh Persik Kediri pada Pekan 3 Super League di Stadion Kanjuruhan.
Hasil tersebut menjadi skor imbang kedua bagi Singo Edan di awal musim ini, setelah sebelumnya menang telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC dan bermain dramatis 3-3 melawan PSM Makassar.
Koleksi lima poin dari tiga laga memang membuat sebagian suporter merasa kurang puas.
Namun, juru taktik asal Brasil tersebut mengingatkan bahwa kompetisi masih sangat panjang dan tim sedang berproses menuju bentuk permainan terbaiknya.
“Ini baru pertandingan ketiga. Ini ajang yang sangat panjang. Kami masih memiliki banyak waktu. Ingat, kami belum kalah. Kami mengemas satu kemenangan dan dua hasil imbang,” ujar Marcos Santos menenangkan.
Marcos meminta Aremania untuk menikmati perjalanan dan memberikan ruang waktu bagi tim untuk terus tumbuh berkembang.
Apalagi, ia masih menunggu pulihnya beberapa pemain pilar yang belum bisa tampil akibat kendala kebugaran fisik.
Marcos meyakini, begitu seluruh amunisi pemainnya siap 100 persen, skema taktik yang ia rancang akan berjalan jauh lebih mematikan.
“Kompetisinya masih sangat panjang dan kami terus berproses. Semoga skuad kita segera lengkap agar kami bisa menjalankan semua rencana permainan di lapangan,” pangkas Marcos optimistis. (Ra Indrata)




