MALANG POST – Jawa Timur Park Group menghadirkan destinasi edukasi terbaru, Mega Science Center dan Budaya, di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu, Jumat (18/9/2026), dengan menyajikan 1.640 koleksi alat peraga sains dan artefak budaya sebagai ruang eksplorasi rekreasi interaktif bagi masyarakat.
Destinasi wisata edukasi di Kota Batu makin beragam. Jawa Timur Park Group (JTP Group) menghadirkan wahana Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1. Destinasi ini memadukan sains, teknologi, kebencanaan, sejarah, hingga budaya dalam satu ruang eksplorasi terpadu.
Skala megah destinasi tersebut terlihat dari banyaknya koleksi yang dihadirkan. Total terdapat 1.640 koleksi yang terdiri atas 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya.
Konsep yang ditawarkan tidak sekadar mengajak pengunjung melihat koleksi, melainkan juga mencoba dan berinteraksi langsung dengan berbagai alat peraga. Pengalaman tersebut dirancang agar proses belajar dapat berlangsung bersamaan dengan aktivitas rekreasi.
Sejumlah zona tematik menjadi bagian dari perjalanan pengunjung, salah satunya Zona Fisika. Di area ini, pengunjung dapat mengenal berbagai prinsip dasar fisika melalui alat peraga interaktif, mulai dari konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gasing giroskop (gyroscope), hingga instalasi yang menghubungkan konsep fisika dengan tubuh serta kehidupan sehari-hari.
Dari fisika, eksplorasi berlanjut ke luar angkasa melalui Zona Antariksa. Berbagai instalasi menghadirkan gambaran mengenai kehidupan dan eksplorasi manusia di luar bumi, di antaranya roket, simulasi berjalan di bulan (Lunar Walk), videotron planet, Kumparan Tesla (Tesla Coil), hingga baju antariksawan (space suits).
Pengalaman berbeda ditawarkan di Zona Bencana Alam. Pengunjung dapat mengenal sejumlah fenomena alam melalui simulasi, antara lain simulasi gempa bumi, badai (hurricane), Bioskop Badai Hormuz (Hormuz Storm Cinema), dan simulasi angin puting beliung (First Twister).

RIBUAN KOLEKSI: Destinasi baru milik Jatimpark Group bernama Megas Science Center dan Budaya mimiliki 1.640 alat peraga sains dan artefak budaya. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Sementara itu, perkembangan teknologi diperkenalkan melalui Zona Robotika dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Sejumlah wahana interaktif seperti balap mobil pikiran (Brain Race Car), kisi melompat (Jumping Grid), robot anjing GO2, Robot Dance, hingga robot mirip manusia (humanoid) G1 menjadi bagian dari zona tersebut.
Tidak berhenti pada sains dan teknologi, perjalanan pengunjung beralih ke sejarah dan budaya Indonesia. Sebanyak 1.023 artefak budaya ditempatkan di sejumlah area, termasuk Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Wayang Potehi, hingga Zona Islam.
Koleksi tersebut memberikan dimensi lain dari Mega Science Center dan Budaya. Jika alat peraga sains mengajak pengunjung memahami cara kerja berbagai fenomena, koleksi budaya membawa pengunjung mengenal perjalanan pengetahuan, tradisi, dan peradaban dari masa ke masa.
Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengatakan bahwa Mega Science Center dan Budaya dikembangkan sebagai ruang edukasi yang menyatukan berbagai bidang pengetahuan dalam satu destinasi.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, melainkan juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung. Oleh karena itu, kami menghadirkan 617 alat peraga sains dan 1.023 artefak budaya dalam satu kawasan sehingga pengunjung memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi berbagai hal,” ujar Rio, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, penyatuan sains, teknologi, dan budaya menjadi bagian dari upaya JTP Group untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam.
Rasa ingin tahu, lanjut Rio, menjadi pintu masuk utama dalam proses belajar. Oleh karena itu, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi, melainkan juga diberi kesempatan untuk melihat, mencoba, dan berinteraksi langsung dengan berbagai objek yang tersedia.
“Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” lanjutnya.
Selain zona eksplorasi, destinasi tersebut dilengkapi dengan aktivitas yang memadukan edukasi, seni, dan kreativitas. Program yang disiapkan antara lain Lokakarya Wayang Suket, Lokakarya Wayang Kardus, Pertunjukan Potehi, Lokakarya Terakota, Pertunjukan Srimulat, serta Tari Keris.
Dengan konsep tersebut, perjalanan pengunjung tidak berhenti pada satu bidang pengetahuan saja. Dari konsep dasar fisika, pengunjung dapat berlanjut mengenal antariksa, memahami fenomena kebencanaan, melihat perkembangan robotika dan AI, lalu masuk ke perjalanan sejarah serta budaya Indonesia.
Mega Science Center dan Budaya saat ini telah memasuki tahap uji coba pembukaan (trial opening). Tiket kunjungan sudah dapat dibeli secara dalam jaringan (online) melalui situs jtp.id maupun secara langsung melalui loket di Jatim Park 1.
Informasi terbaru mengenai destinasi tersebut juga tersedia melalui akun Instagram dan TikTok @megasciencecenter, serta kanal resmi Jawa Timur Park Group melalui situs jtp.id dan akun Instagram serta TikTok @jawatimurpark. (Ananto Wibowo)




