IBU PAUD: Kehadiran Wakil Bupati Lathifah, disambut para guru PAUD yang ada di Wandanpuro. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
MALANG POST – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menitipkan pesan khusus kepada Kepala Desa Wandanpuro terpilih, untuk memprioritaskan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guna mencetak Generasi Emas 2045, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (12/9/2026) sore.
Investasi terbesar dalam sejarah pembangunan sebuah daerah, sejatinya bukan terletak pada megahnya struktur beton atau panjangnya jalan aspal. Pembangunan manusia lewat fondasi pendidikan sejak usia paling dini adalah pertaruhan sesungguhnya dalam mencetak calon pemimpin masa depan.
Visi besar itulah yang dihembuskan di Aula Kantor Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pada Sabtu (12/9/2026) sore tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib.
Acara penuh kehangatan itu dihadiri jajaran Muspika Bululawang, pimpinan ranting Muslimat, Fatayat, Aisyiyah, pengurus PKK, serta Kepala Desa Wandanpuro terpilih.
Mengawali sambutannya, Wabup Lathifah menyampaikan ucapan selamat kepada Kades Wandanpuro yang baru.
Mengingat posisi Wandanpuro berada di kawasan perkotaan dengan dinamika warga yang pesat, Lathifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, daerah, dan organisasi masyarakat.

CERAMAH: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Kantor Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, dihadiri Wabup Malang. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Namun, perhatian utama politisi yang berlatar belakang pendidik tersebut tertuju pada penyiapan kualitas generasi muda.
Lathifah secara khusus menginstruksikan pemerintah desa untuk menaruh perhatian ekstra pada pengembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Saya secara khusus menitipkan pesan kepada Kepala Desa terpilih untuk memprioritaskan pengembangan pendidikan PAUD guna mempersiapkan generasi calon pemimpin masa depan menuju Indonesia 2045,” tegas Lathifah Shohib, Sabtu (12/9/2026).
Pesan tersebut lahir dari rekam jejak panjang Lathifah. Sebelum terjun ke panggung politik hingga menjadi anggota DPR RI, ia telah melakoni pengabdian selama 25 tahun sebagai guru PNS.
Ia paham betul bahwa masa keemasan (golden age) anak di bangku PAUD adalah fase paling krusial untuk menanamkan kecerdasan, karakter, kemandirian, dan akhlak.
Guna menyokong ekosistem tersebut, Pemkab Malang terus berkomitmen memperjuangkan bantuan operasional serta peningkatan kesejahteraan para guru PAUD dan sekolah swasta.
“Pembangunan fisik itu penting, tapi investasi terpenting adalah pembangunan manusia. Pendidikan sejak usia dini menjadi fondasi membentuk karakter anak,” terangnya.
Menghubungkan keteladanan Rasulullah SAW, Wabup Lathifah mengingatkan konsep al-ummu madrasatul ula—bahwa sosok ibu adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak.
Pendidikan karakter tidak boleh dibiarkan hanya bergantung pada sekolah formal, melainkan wajib tumbuh subur dari dalam lingkungan rumah tangga.
Ia mengimbau para ibu untuk terus mengawasi pergaulan anak demi membendung persoalan sosial yang marak, seperti lonjakan permohonan dispensasi nikah di bawah umur.
Lathifah juga meminta para orang tua membiasakan menuturkan kata-kata yang baik, sebab ucapan seorang ibu adalah doa yang diijabah oleh Tuhan.
“Mari kita biasakan menuturkan kata-kata yang baik dan mendoakan anak-anak kita. Saya memohon doa agar Pemkab Malang dapat terus menjalankan amanah membawa daerah ini menjadi penuh keberkahan,” pungkas Lathifah. (PKP/Ra Indrata)




