MALANG POST – Dua wisatawan mancanegara asal Prancis, Thais (21) dan Emma (21), mengaku terpesona, saat menyaksikan kemeriahan Karnaval Budaya Gadingkasri, bertema “Pancarona Dwipantara” yang digelar warga RW 1 hingga RW 6 Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (13/9/2026).
Seni tradisi nusantara yang dirawat dengan kebersamaan, selalu memiliki daya pikat magis. Keindahan parade budaya tepi jalan, tidak cuma sanggup menyatukan kehangatan antarwarga, tetapi juga sanggup mencuri perhatian pelancong dari belahan benua Eropa.
Kejutan manis itulah yang mewarnai sepanjang koridor Kelurahan Gadingkasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

PEJABAT: Kontingen RW 6 Gadingkasri bertema Punokawan, menyerahkan piagam penghargaan lingkungan hidup, serta bibit tanaman, kepada Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan masyarakat, Doni Sandito W. Didampingi Camat Klojen, Wilstar Sinaga dan Lurah Gadingkasri, Rendra Kurnia Wardana. (Foto: Iwan Kaconk/Malang Post)
Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis, Thais (21) dan Emma (21), mendadak menghentikan langkah liburan mereka.
Keduanya tertegun menyaksikan deret panjang pawai kebudayaan, yang disajikan warga lokal pada Minggu (13/9/2026) siang.
Thais menyampaikan, hiburan berkonsep busana adat Nusantara berbalut tarian tradisional dan modern tersebut, tidak pernah mereka temui di negaranya.
“Kami sangat menikmati liburan di Indonesia, khususnya di Kota Malang dengan hiburan semacam ini. Indonesia punya banyak tempat hiburan berbasis budaya bangsa. Kami jadi betah. Keanekaragaman budaya dan bahasanya sangat unik, menarik, serta menghibur,” ujar Thais dan Emma ceria, saat ditemui di lokasi acara.
Kemeriahan pesta rakyat tersebut diinisiasi secara gotong royong oleh warga RW 1 hingga RW 6 Kelurahan Gadingkasri, serta jajaran lembaga pendidikan setempat.

LOKAL: Pakaian adat daerah dari RW 1, berbasis budaya nusantara, saat unjuk penampilan sebelum finish di kantor Kecamatan Klojen. (Foto: Iwan Kaconk/Ra Indrata)
Ketua Panitia Karnaval Gadingkasri, Grinda Swastika Artha PR (Nindi), membeberkan, karnaval budaya kali ini mengusung tema besar “Pancarona Dwipantara Selaksa Cerita Satu Pesona”.
“Artinya keberagaman budaya memiliki sejuta kisah, namun sanggup menyatukan keindahan dalam satu pesona karya. Pawai ini bukan cuma menghibur, tapi mengedepankan edukasi pelestarian budaya bangsa,” terang Nindi, Minggu (13/9/2026).
Nindi menambahkan, seluruh warga tampil sangat total, lantaran kegiatan Karnaval Gadingkasri sudah sangat lama tidak digelar di wilayah mereka.
Acara yang dirancang untuk mempererat silaturahmi, sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, menampilkan 11 kontingen performance.
Rangkaian acara diwarnai tarian adat, drama kolosal, parade mobil hias, seni tradisi bantengan, hingga pameran maskot khas masing-masing RW, lengkap beserta filosofi maknanya.
Dukungan penuh dihembuskan Lurah Gadingkasri, Rendra Kurnia Wardana. Rendra mengapresiasi tingginya partisipasi warga, yang berhasil melestarikan warisan budaya nusantara.

“Atas nama Pemkot Malang, kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Gadingkasri, yang membuat acara ini berjalan sukses. Kami juga memohon maaf kepada para pengguna jalan jika kenyamanannya sempat terganggu,” ucap Rendra.
Pelepasan kontingen karnaval, dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Malang, Doni Sandito W, yang hadir mewakili Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Doni menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat nasionalisme warga Gadingkasri, yang mampu mengemas perayaan kemerdekaan dengan panggung seni berkelas.
“Kami berharap penguatan seni budaya bagi anak bangsa terus dijaga sebagai warisan nusantara. Namun demikian, etika, norma aturan, serta faktor keamanan, harus tetap dikedepankan. Berikan hiburan berkelas yang selalu dirindukan penonton,” pungkas Doni. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




