TERBAIK: Rektor Universitas IBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menyerahkan ijazah kepada perwakilan wisudawan terbaik. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang menerapkan layanan penyerahan ijazah asli secara langsung kepada para lulusan usai pengukuhan, serta menggalang donasi dan membebaskan biaya wisuda bagi mahasiswa korban bencana gempa NTT, Kamis (10/9/2026).
Praktik menahan ijazah lulusan yang telah dinyatakan lulus ujian akhir, masih sering dijumpai di pelbagai perguruan tinggi. Banyak wisudawan harus menunggu berbulan-bulan hanya untuk mendapatkan selembar ijazah fisik.
Bagi Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang, pola lama tersebut haram hukumnya.
UIBU menggelar wisuda bertajuk “UIBU.. I Always Miss U” di Kota Malang, Kamis (10/9/2026).
Prosesi wisuda ini diikuti oleh lulusan dari Fakultas Eksaktan dan Keolahragaan, Fakultas Sosial dan Humaniora, Fakultas Teknik, serta Program Magister Pendidikan Olahraga.
Kelulusan kali ini terasa sangat istimewa bagi para wisudawan. Begitu prosesi pengukuhan di panggung selesai, para lulusan bisa langsung membawa pulang ijazah asli serta transkrip nilai mereka.
Rektor UIBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., menegaskan bahwa UIBU merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang menerapkan sistem wisuda langsung terima ijazah asli di tempat.
“Kami ingin ketika mahasiswa menyelesaikan kewajiban akademiknya, mereka menerima haknya pada hari yang sama. Datang sebagai mahasiswa, pulang membawa ijazah asli,” tegas Nurcholis, Kamis (10/9/2026).
Nurcholis menyebut penyerahan ijazah secara langsung, adalah bentuk penghormatan paling tinggi kampus kepada mahasiswa dan orang tua yang telah mendanai kuliah.
Penyerahan ijazah secara langsung ini berlaku bagi seluruh wisudawan yang telah menuntaskan karya ilmiah serta menyelesaikan urusan administrasi keuangan di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK).

SOSIAL: Rektor Universitas IBU, Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si., secara simbolis menyerahkan donasi untuk korban bencana NTT, yang berasal dari keluarga mahasiswa. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
Di balik kemeriahan pesta kelulusan, UIBU menyelipkan aksi kepedulian sosial yang sangat menyentuh.
Manajemen kampus menggalang aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta musibah kebakaran di Kalimantan.
Sumbangan dihimpun secara sukarela dari jajaran dosen, karyawan, wisudawan, hingga orang tua murid. Kampus bahkan menyediakan barisan stiker QRIS di lokasi acara guna memudahkan proses pengumpulan donasi.
Tak berhenti di situ, UIBU memberikan kebijakan khusus bagi para wisudawan asal NTT yang keluarganya terdampak langsung bencana gempa bumi.
Manajemen UIBU membebaskan 100 persen seluruh biaya pelaksanaan wisuda bagi mahasiswa korban gempa NTT tersebut.
“Wisuda adalah kebahagiaan, tapi kebahagiaan harus berjalan bersama kepedulian. Saudara kita di NTT sedang tertimpa musibah. Nilai kemanusiaan ini harus terus hidup di lingkungan UIBU,” ulas Nurcholis.
Dalam kesempatan tersebut, UIBU juga menyerahkan penghargaan khusus kepada deretan mahasiswa berprestasi.
Penghargaan diberikan kepada lulusan yang berhasil mengukir prestasi akademik maupun non-akademik di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Mulai dari juara kejuaraan olahraga, kompetisi karya ilmiah, pentas seni, hingga aktivis organisasi kemahasiswaan.
“Prestasi mahasiswa adalah kebanggaan bagi UIBU. Kampus memberi ruang seluas-luasnya agar potensi anak-anak berkembang maksimal,” ujar Nurcholis.
Suasana haru membuncah saat Rektor meminta para wisudawan berdiri, menundukkan kepala, dan menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada orang tua, istri, atau suami yang mendampingi selama 4 tahun studi sarjana dan 2 tahun pascasarjana.
Lewat paduan kelengkapan administrasi ijazah, kepedulian bencana, dan apresiasi prestasi, UIBU melepas para lulusannya menapak dunia profesional secara terhormat. (Ra Indrata)




