MALANG POST – Tim PPK Ormawa FPP Universitas Muhammadiyah Malang, menyerahkan alat Smart Multifunctional Fermentor kepada Kelompok Tani Hutan Wono Klampok Lestari di Balai Desa Klampok, Singosari, Minggu (6/9/2026), guna meningkatkan mutu fermentasi serta daya saing produk kopi spesialti lokal.
Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BEM Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) menggelar serah terima alat Smart Multifunctional Fermentor pada Minggu (6/9/2026) di Balai Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian pendampingan inovasi pascapanen kopi bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Klampok Lestari, yang diawasi langsung oleh Ir. Ary Bakhtiar, S.P., M.Si., IPM., ASEAN Eng., selaku Penanggung Jawab PPK Ormawa UMM.
Acara dihadiri oleh sejumlah pihak dari unsur internal maupun eksternal. Dari jajaran pimpinan universitas, hadir Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T.; Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM.; Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM.; serta Wakil Dekan I FPP UMM, Mochammad Wachid, S.T.P., M.Sc.

Serah terima Inovasi Mahasiswa UMM Smart Multifunctional Fermentor, resmi diserahterimakan oleh Wakil Rektor UMM, Dr. Nur Subeki serta petinggi UMM lain nya. (Foto: Istimewa).
Selain itu, hadir pula Camat Singosari, Kapolsek Singosari, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian, mitra eksternal Koperasi Wonokerto, pengurus dan anggota KTH Wono Klampok Lestari, serta sejumlah panelis pascapanen kopi.
Dalam sambutannya, Ketua KTH Wono Klampok Lestari, Purwito, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap program yang dinilainya sangat membantu pengembangan pengolahan kopi di Desa Klampok. Apresiasi juga disampaikan oleh Camat Singosari yang berharap inovasi ini memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani kopi setempat.
Dekan FPP UMM, Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P., IPM., menegaskan bahwa program ini menjadi bukti kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi inovatif bagi hilirisasi produk pertanian di tingkat desa. Sementara itu, Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., menekankan komitmen universitas untuk terus mendukung program pengabdian mahasiswa yang berdampak langsung pada masyarakat.
Rangkaian acara juga diisi dengan sesi uji cita rasa (cupping test) terhadap kopi hasil fermentasi menggunakan alat tersebut. Alat ini mengusung sistem karbonasi terkontrol (controlled carbonation) untuk menghasilkan fermentasi yang lebih konsisten dan berkualitas.
Hasil uji mencatatkan skor cupping 85—masuk kategori sangat baik dan memenuhi standar kopi spesialti (specialty coffee). Capaian ini membuktikan bahwa inovasi tersebut berhasil meningkatkan kualitas dan daya saing produk kopi Desa Klampok.
Melalui serah terima ini, alat diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh KTH Wono Klampok Lestari untuk meningkatkan mutu dan nilai jual kopi desa, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di tingkat akar rumput. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




