PADAMKAN: Personel Damkarmat Kota Batu saat berjibaku memadamkan api yang melahap sebuah kandang di kawasan Jalan Metro Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan kandang ayam di kawasan Jalan Metro, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Senin (31/8/2026). Api yang diduga kuat dipicu dari gangguan mesin pemanas (heater) tersebut menghanguskan beberapa sisi bangunan kandang beserta isinya, hingga menimbulkan kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 09.47 WIB. Saat kejadian berlangsung, pemilik kandang, Sunarko (54), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, sedang beraktivitas di lokasi kandang lain yang tak jauh dari area tersebut. Ia baru menyadari adanya insiden kebakaran setelah melihat kepulan asap tebal dan kobaran api yang mulai membesar dari arah lokasi kandang miliknya.
Tanpa berpikir panjang, Sunarko bergegas menuju lokasi kejadian untuk mengupayakan penyelamatan puluhan ekor ayam yang masih memungkinkan untuk dievakuasi. Di saat yang bersamaan, ia juga segera menghubungi pihak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu.

Kepala Damkarmat Kota Batu, Agung Sedayu, menyampaikan bahwa sesaat setelah menerima laporan darurat dari warga, tim pemadam langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengerahkan sejumlah armada penjinak si jago merah. Proses pemadaman berlangsung cukup menguras waktu lantaran banyaknya material yang mudah terbakar di dalam struktur bangunan kandang.
“Proses pemadaman, pendinginan, hingga investigasi berlangsung mulai pukul 09.47 WIB sampai 12.15 WIB,” ujar Agung.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkarmat Kota Batu menerjunkan armada Unit Gajah 3, Unit Gajah 2, Unit Suplai, serta Unit Kancil. Petugas berjibaku selama kurang lebih 2,5 jam untuk memadamkan api secara menyeluruh dan memastikan tidak ada lagi titik api (hotspot) yang tersisa.
Diduga Panas Berlebih pada Mesin Pemanas
Hasil penyelidikan awal tim Damkarmat menunjukkan bahwa kebakaran diduga kuat dipicu oleh kondisi overheat atau panas berlebih pada mesin pemanas yang difungsikan untuk menjaga kestabilan suhu tumbuh tumbuh ayam.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta,” imbuh Agung.
Proses penanganan darurat kecelakaan kebakaran ini mengikutsertakan kolaborasi berbagai unsur terkait, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Bhabinkamtibmas, Babinsa, jajaran Polsek Batu, Tim Inafis Polres Batu, hingga potensi relawan ambulans. Sinergi lintas instansi ini mempercepat proses pemadaman sekaligus pengamanan area lokasi pascakebakaran.
Peristiwa musibah ini menjadi peringatan berharga bagi para pelaku usaha peternakan agar rutin melakukan pengecekan instalasi listrik dan kelayakan peralatan pemanas kandang, khususnya alat yang beroperasi secara terus-menerus selama 24 jam. Pasalnya, timbulnya satu titik panas yang luput dari pengawasan dapat memicu insiden kebakaran hebat dalam durasi singkat. (Ananto Wibowo)




