MALANG POST – Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat melepas keberangkatan 60 anggota komunitas Rider NU Malang Raya dari halaman Unisma menuju lokasi Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Gelora menyambut perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dirasakan kian bergelora di bumi Malang Raya. Warga Nahdliyin mengekspresikan antusiasme mereka lewat beragam aksi kebersamaan.
Salah satunya ditunjukkan oleh komunitas biker Nahdlatul Ulama. Sebanyak 60 pengendara sepeda motor berkumpul rapi di halaman Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (27/8/2026).
Rombongan bertajuk Rider NU Malang Raya Touring Muktamar NU to Jombang tersebut siap menempuh perjalanan jarak jauh. Target lokasi yang dituju adalah Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026. Ajang permusyawaratan tertinggi NU ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa”.
Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., menyampaikan pandangannya saat melepas rombongan. Perjalanan turing para biker ini tidak sekadar agenda berkendara di jalan raya.
”Ini juga bagian dari perjalanan spiritual. Insyaallah Allah akan memberi kemudahan dan keselamatan dalam perjalanan mereka,” ujar Prof. Junaidi, Kamis (27/8/2026).

Junaidi berharap perhelatan Muktamar di Jombang melahirkan rincian keputusan strategis. Hasil permusyawaratan diharapkan memberi kemanfaatan luas bagi warga Nahdliyin dan bangsa Indonesia.
Mengenai jumlah peserta yang dipatok 60 orang, Junaidi menyebut angka itu disengaja. Pembatasan dilakukan demi kemudahan koordinasi serta menjaga ketertiban lalu lintas selama di jalan.
Terkait dinamika permusyawaratan di Muktamar, Junaidi memilih menyerahkan sepenuhnya pada proses yang berlaku. Pihaknya mendoakan seluruh tahapan Muktamar berjalan lancar.
”Kita doakan saja semuanya bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyoroti aspek keselamatan rombongan. Wahyu mengapresiasi pola pemberjackatan secara rombongan terkoordinasi ini.
”Kedatangan ke Jombang ini pertama kali tidak sendiri-sendiri. Dengan bersama-sama kita bisa menjaga kekompakan agar perjalanan dari Kota Malang ke Jombang selamat dan aman,” kata Wahyu.
Sebelum bendera start dikibarkan, Wahyu bersama Kapolresta Malang Kota dan Rektor Unisma sempat memeriksa kesiapan peserta.
Pesan tegas disampaikan kepada para pengendara. Kondisi fisik personal serta kelaikan mesin sepeda motor wajib dipastikan dalam keadaan prima.

Peserta diminta tidak memaksakan diri melaju kencang dan wajib memperbanyak waktu istirahat di jalur perjalanan.
”Kami mengingatkan pengendara untuk menyiapkan kondisi sepeda motor dan fisik. Harus banyak istirahat karena usianya juga sudah tidak muda,” imbau Wahyu.
Wahyu mengingatkan bahwa misi utama rombongan adalah menghadiri forum tertinggi organisasi keagamaan, bukan sekadar ajang turing komunitas motor.
”Ini bukan turing biasa, tapi ada perjalanan menuju Muktamar. Itu yang paling penting. Berangkat dan pulang harus dalam keadaan selamat,” tegasnya.
Acara turing ini merupakan inisiatif murni komunitas NU Malang Raya dengan Unisma sebagai fasilitator titik kumpul dan pemberangkatan.
Muktamar ke-35 NU di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang bakal menjadi pusat sejarah baru. Forum ini menggodok arah perjuangan, program kerja, rekomendasi, hingga persoalan keagamaan serta kemasyarakatan.
Pelepasan 60 rider dari Unisma ini menjadi simbol kuat khidmah, kebersamaan, dan doa warga Malang Raya untuk kesuksesan Muktamar NU. (M. Abd. Rachman Rozzi)




