MALANG POST – Apresiasi dedikasi penanganan 15 ton sampah harian dan pengangkatan PPPK Paruh Waktu, Wali Kota Batu Nurochman jamu sarapan pasukan kuning di Rumah Dinas.
Saat sebagian warga menikmati pagi dengan santai, para petugas kebersihan Kota Batu sudah lebih dulu berjibaku dengan sapu dan armada pengangkut sampah. Pekerjaan mereka pun tak mengenal akhir pekan maupun libur panjang.
Pengabdian itu mendapat apresiasi khusus dari jajaran Pemkot Batu. Wali Kota Batu Nurochman, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, dan Sekda Kota Batu Alfi Nurhidayat memilih duduk bersama para petugas kebersihan dalam agenda Sarapan Bareng Cak Wali di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jumat (21/8/2026).
Tak ada jarak antara pimpinan daerah dan pasukan kuning. Mereka makan bersama sekaligus berbincang santai. Para petugas diberi kesempatan menyampaikan langsung kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi di lapangan.
Momentum tahun ini terasa berbeda. Jika sebelumnya kegiatan serupa digelar di Alun-Alun Kota Batu, kali ini seluruh petugas kebersihan diundang ke rumah dinas wali kota. Bukan sekadar seremoni, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Pemkot Batu untuk mendengar langsung suara mereka.
Tugas yang diemban para petugas cukup berat. Di 21 ruas jalan protokol, petugas penyapu jalan setiap hari menangani sekitar 12 ton sampah. Volume tersebut bisa meningkat menjadi sekitar 15 ton ketika akhir pekan atau libur panjang, saat aktivitas wisatawan di Kota Batu melonjak.

SARAPAN BARENG: Wali Kota Batu Nurohman saat mengajak sarapan bareng petugas penyapuan jalan Kota Batu di Rumah Dinas Wali Kota. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Pekerjaan itu dilakukan dalam tiga shift. Bahkan ketika kota sedang ramai oleh berbagai event, pekerjaan mereka bisa berlangsung lebih panjang. Saat warga dan wisatawan menikmati suasana Kota Batu, pasukan kuning justru memastikan jalan-jalan kembali bersih.
Oleh karena itu, sejumlah petugas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Nurochman mengatakan, sarapan bersama tersebut sengaja dibuat sebagai ruang untuk mendekatkan diri sekaligus mendengar langsung pengalaman para petugas.
Menurutnya, menjaga kebersihan Kota Batu bukan pekerjaan ringan. Terlebih, para petugas tetap harus bekerja ketika masyarakat sedang menikmati waktu libur. “Ketika warga menikmati Kota Batu, ada bapak dan ibu yang tetap bekerja. Terima kasih sudah menjaga kota ini tetap bersih,” ujar Cak Nur—sapaan akrab Nurochman.
Cak Nur bahkan berencana turun langsung ke lapangan bersama Heli Suyanto. Keduanya akan mengenakan seragam petugas penyapu jalan untuk melihat sekaligus merasakan secara langsung aktivitas pasukan kuning.
“Kalau ada yang belum bisa kami berikan, kami mohon maaf. Pemerintah akan terus berusaha memberikan perhatian yang layak kepada bapak dan ibu yang setiap hari menjaga Kota Batu tetap bersih,” katanya.
Perhatian itu tidak hanya diwujudkan melalui apresiasi. Pemkot Batu memastikan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan petugas terus diperkuat. Para petugas mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta dukungan vitamin dan suplemen.
Pemkot juga menyiapkan sejumlah dukungan lain. Di antaranya pengadaan seragam baru, workshop bagi tenaga kebersihan, hingga agenda rekreasi bersama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan, ada perubahan penting dalam status ketenagakerjaan para petugas kebersihan tahun ini. Jika sebelumnya mayoritas masih berstatus Tenaga Harian Lepas (THL), kini mereka diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu melalui kebijakan Pemkot Batu.
“Jika tahun lalu status mayoritas petugas kebersihan masih didominasi oleh Tenaga Harian Lepas (THL), tahun ini derajat dan kesejahteraan mereka diangkat melalui kebijakan Wali Kota Batu menjadi PPPK Paruh Waktu,” jelas Dian.
Menurutnya, perubahan status tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian yang lebih konkret terhadap para petugas yang selama ini berada di garis depan menjaga kebersihan kota.
Dian menilai, pertemuan antara pimpinan daerah dan pasukan kuning juga penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Dengan membaurnya jajaran pemerintah dan pasukan kuning, aspirasi bisa ditampung secara lebih konkret. Dengan begitu, kebijakan yang diambil benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mereka,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo)




