Ketua DPRD Kota Batu, HM Didik Subiyanto. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – FOKUS sejahterakan warga dan perkuat ekonomi lokal pada KUA-PPAS APBD 2027, DPRD Kota Batu dukung penuh program prioritas Pemkot Batu dan siap selaraskan Pokir dewan.
Arah kebijakan anggaran Pemkot Batu untuk APBD Tahun Anggaran 2027 mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Batu. Pihak legislatif menilai rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 telah menempatkan kesejahteraan masyarakat dan pemulihan ekonomi lokal sebagai fokus utama.
Ketua DPRD Kota Batu H.M. Didik Subiyanto menyampaikan bahwa arah kebijakan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah sekaligus kebutuhan riil masyarakat. Oleh karena itu, pembahasan KUA-PPAS tidak hanya diarahkan pada besaran alokasi anggaran, melainkan juga memastikan setiap program yang dibiayai benar-benar memberikan dampak langsung bagi warga.
“Legislatif mendukung penuh arah dan fokus anggaran dalam KUA-PPAS APBD 2027 ini. Sektor-sektor krusial yang diintervensi Pemkot Batu—mulai dari layanan dasar, ekonomi kreatif, hingga pendidikan—merupakan kebutuhan mendasar warga yang memang harus dikawal bersama,” ujar Didik, Selasa (18/8/2026).
Dukungan DPRD, lanjutnya, tidak berhenti pada pembahasan dan persetujuan anggaran di ruang paripurna. Aspirasi masyarakat yang dihimpun anggota dewan melalui kegiatan reses juga diselaraskan dengan program prioritas Pemkot Batu melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Melalui skema tersebut, Pokir tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi bagian terintegrasi untuk mempercepat target pembangunan daerah yang telah disepakati.
“Kami di legislatif akan mengawal dan menyelaraskan usulan Pokir DPRD agar berorientasi pada pilar-pilar prioritas tersebut. Dengan demikian, alokasi Pokir betul-betul menjadi stimulus yang mempercepat pencapaian target pembangunan daerah,” tegasnya.
Sejumlah sektor prioritas yang menjadi fokus perhatian meliputi pemberdayaan UMKM, peningkatan efisiensi sektor pertanian, hingga perbaikan infrastruktur permukiman. Menurutnya, sektor-sektor ini memiliki korelasi langsung dengan geliat ekonomi dan kualitas hidup warga.
Sementara itu, dalam penyampaian rancangan KUA-PPAS APBD 2027 sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman memaparkan sejumlah program prioritas yang diarahkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Salah satunya adalah pengembangan Smart and Integrated Farming sebagai proyek percontohan (pilot project) di atas lahan aset daerah seluas 2,8 hektare di Desa Giripurno. Program ini ditujukan untuk mendongkrak produktivitas sekaligus efisiensi pertanian lokal.
Pemkot Batu juga menyiapkan pembinaan terpadu bagi pelaku usaha melalui percepatan digitalisasi UMKM, pengurusan sertifikasi produk secara masif, serta perluasan akses pasar tingkat nasional guna memperkuat daya saing produk lokal.
Di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), Pemkot Batu berencana memperluas jangkauan Program 1.000 Sarjana melalui penambahan kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi untuk membuka kesempatan kuliah lebih luas bagi pemuda Kota Batu.
Selain itu, pembenahan infrastruktur daerah, peningkatan mutu pelayanan publik dasar, serta penciptaan iklim investasi dan perdagangan yang kondusif tetap menjadi prioritas utama guna mendorong timbulnya lapangan kerja baru.
Didik menegaskan bahwa DPRD akan mengoptimalkan fungsi pengawasan dan penganggaran (budgeting) dalam pembahasan lanjutan KUA-PPAS 2027 agar program yang disahkan tepat perencanaan dan tepat sasaran saat direalisasikan.
“Prinsipnya, Pemkot Batu dan DPRD memiliki komitmen yang sejalan: memastikan setiap rupiah dalam APBD 2027 dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo)




