MALANG POST – Wujudkan destinasi wisata bunga terpadu di Desa Sidomulyo, Wali Kota Batu Nurochman instruksikan penataan pedestrian dan sentralisasi pedagang di Jalan Bukit Berbunga.
Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji, selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penjualan bunga dan tanaman hias utama di Kota Batu. Ke depan, kawasan tersebut didorong tidak hanya menjadi jalur perdagangan tanaman hias, melainkan juga berkembang sebagai destinasi wisata bunga terpadu.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan bahwa penataan kawasan Jalan Bukit Berbunga perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain pembangunan pedestrian di sisi kiri dan kanan jalan, keberadaan pedagang bunga yang selama ini tersebar di sepanjang jalan perlu ditata dan diarahkan ke satu kawasan yang lebih terpusat.
Menurutnya, sentralisasi pedagang bunga dapat memperkuat daya tarik Pasar Bunga Sidomulyo sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Kawasan perdagangan yang tertata, bersih, dan memiliki identitas kuat dinilai lebih mudah dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan.
“Kalau pasar-pasar bunga yang ada di sepanjang Jalan Bukit Berbunga itu bisa dicarikan tempat di desa, disentralkan dengan lokasi yang tertata, terkelola, dan ikonik, tentu akan sangat menarik wisatawan,” ujar Nurochman, Selasa (18/8/2026).

PENATAAN: Pemkot Batu mewacanakan penataan di kawasan Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur—sapaan akrab Nurochman—menegaskan bahwa konsep tersebut tidak sekadar memindahkan pedagang dari satu lokasi ke lokasi lain. Pemerintah ingin menciptakan kawasan yang menggabungkan aktivitas perdagangan bunga dengan pengalaman berwisata interaktif.
Salah satu contoh yang ditawarkan Pemkot Batu adalah pola kolaborasi dengan destinasi wisata sekitar, seperti Batu Love Garden (Baloga). Kawasan perdagangan bunga dapat dipadukan dengan pertunjukkan atau eduwisata yang berkaitan dengan hortikultura. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya datang untuk bertransaksi jual beli bunga.
“Mereka bisa bikin kolaborasi, biasanya di Baloga cocok. Tanaman bunga yang ada di sekitar itu bisa dijual sambil bekerja sama. Itu salah satu yang kami rekomendasikan,” katanya.
Gagasan mengenai kawasan khusus pedagang bunga tersebut sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, pernah muncul wacana menempatkan pedagang di kawasan sekitar Hotel Batu Suki.
Namun, penataan kawasan tetap membutuhkan kajian mendalam, terutama terkait kemudahan aksesibilitas. Keberadaan kawasan perdagangan bunga nantinya diharapkan tetap mudah dijangkau wisatawan sekaligus mampu memberikan ruang yang lebih representatif bagi para pedagang lokal.
Nurochman menambahkan, penataan Jalan Bukit Berbunga menjadi momentum penting untuk mengeskalasi potensi bunga dan tanaman hias Sidomulyo agar memiliki nilai tambah (value-added).
Dengan konsep sentralisasi terpadu ini, aktivitas jual beli bunga yang menjadi ciri khas Jalan Bukit Berbunga dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. Potensi ekonomi warga setempat pun diharapkan ikut meningkat seiring melonjaknya angka kunjungan wisatawan ke Desa Sidomulyo. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




