MALANG POST – Peringati HUT ke-81 RI di Dome UMM, Universitas Muhammadiyah Malang apresiasi inovasi dosen dan tendik lewat ESC Award serta bagikan puluhan voucer umrah.
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan apresiasi kepada dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang dinilai mampu menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat melalui UMM Excellence Solution Center (ESC) Award.
Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Hall Dome UMM, Senin (17/8/2026).
Selain memberikan penghargaan atas inovasi, UMM menyerahkan voucer umrah kepada pensiunan dan karyawan aktif sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian serta kontribusi mereka selama menjadi bagian dari universitas.
Wakil Rektor V UMM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. mengatakan, ESC Award hadir untuk memberikan ruang apresiasi bagi dosen dan tendik yang menghasilkan inovasi dengan dampak nyata. Menurutnya, penghargaan serupa sebenarnya telah diberikan setiap tahun, tetapi sebelumnya menggunakan nama dan bentuk yang berbeda.

“ESC Award ini merupakan penghargaan kepada dosen dan tendik yang memiliki inovasi-inovasi luar biasa, yang berkontribusi terhadap UMM dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perubahan nama penghargaan menjadi ESC Award sejalan dengan arah pengembangan UMM yang menempatkan Excellent Solution Center sebagai salah satu landasan dalam mendorong kontribusi sivitas akademika.
“Yang dilombakan memiliki orientasi pada inovasi yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yaitu inovasi yang memberikan solusi bagi masyarakat,” imbuhnya.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa kontribusi dosen dan tendik tidak hanya diukur dari aktivitas internal kampus, melainkan juga dari sejauh mana gagasan dan inovasi yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. menjelaskan bahwa pemberian puluhan voucer umrah merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperhatikan kesejahteraan sekaligus pembinaan spiritual karyawan.
“Hadiah umrah itu yang pertama komitmen universitas untuk selalu memperhatikan tentang seluruh kesejahteraan karyawan. Salah satunya dalam bentuk umrah yang dimensinya bukan saja dimensi material fisik, tapi juga ingin memberikan pembinaan dari aspek religi,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk penghargaan sekaligus mendorong karyawan untuk meningkatkan keimanan dan ibadah.
“Semua karyawan memiliki hak untuk memperoleh hadiah umrah,” katanya.
Namun, pemberian hadiah tersebut tetap melalui proses seleksi. Beberapa indikator yang dipertimbangkan antara lain masa kerja, prestasi, pengetahuan agama, serta pelaksanaan amalan keagamaan.
Juanda—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa program tersebut tidak sekadar memberikan penghargaan dalam bentuk fasilitas, melainkan juga menjadi bagian dari upaya UMM membangun kesejahteraan dan kualitas spiritual karyawan.
Melalui ESC Award dan program apresiasi umrah, UMM menegaskan bahwa penghargaan tidak hanya diberikan kepada mereka yang menghasilkan inovasi berdampak, melainkan juga kepada insan yang telah mengabdikan waktu dan tenaga untuk mendukung perjalanan universitas. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




