JURU GEDOR: Penyerang andalan Arema FC asal Brasil, Gustavo Henrique. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC mengambil keputusan tegas, dengan memarkir penyerang andalannya, Gustavo Henrique, dari seluruh aktivitas latihan sepanjang bulan Agustus 2026, guna mempercepat pemulihan cedera otot paha menjelang bergulirnya Super League 2026/2027 pada September mendatang.
Bagi klub sepak bola profesional, memiliki penyerang haus gol adalah sebuah keberkahan. Namun, menjaga sang juru gedor agar tetap bugar dan terhindar dari ancaman cedera panjang, jauh lebih krusial.
Prinsip itulah yang kini dipegang teguh oleh manajemen Arema FC. Mengambil langkah preventif, manajemen Singo Edan memutuskan untuk ‘merumahkan’ sementara striker asingnya, Gustavo Henrique. Penyerang asal Brasil itu diparkir penuh, dari segala aktivitas lapangan sepanjang bulan Agustus 2026 ini.
Keputusan memangkas agenda latihan sang pemain, diambil demi satu tujuan utama: memastikan Gustavo pulih seratus persen, saat kickoff kompetisi BRI Super League 2026/2027, digulirkan September mendatang.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, membeberkan, problem kaki yang menimpa juru gedor berusia 30 tahun itu, sejatinya masuk kategori cedera ringan. Dokter tim medis Arema FC, dr. Nanang Tri Wahyudi, mendiagnosis sang pemain mengalami cedera pada otot paha depan bagian kiri (quadriceps).
Masalah itu muncul ketika Gustavo membela Arema FC, menghadapi DPMM FC pada laga ketiga babak penyisihan Piala Presiden 2026—momen dramatis yang terjadi sesaat sebelum ia menyarangkan gol keduanya di laga itu, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai top skor kompetisi, dengan koleksi empat gol dari tiga laga.
“Hitungannya memang bukan cedera berat, masih tergolong ringan. Akan tetapi ringannya lumayan, karena butuh waktu 1,5 bulan sampai 2 bulan untuk estimasi terburuk pemulihan,” kata pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Meski demikian, Inal optimis bomber andalannya bisa melesat kembali ke lapangan lebih cepat, yakni dalam kurun waktu sekitar satu bulan saja.
“Waktu satu bulan itu sangat mungkin terpenuhi, apabila progres recovery berjalan dengan baik. Mengingat dari beberapa kasus serupa, dulu pernah ada pemain yang dalam waktu satu bulan sudah sembuh total,” tambahnya.
Karena itulah, nama Gustavo Henrique absen dalam daftar pemain saat jajaran pelatih menggelar sesi latihan perdana pasca-libur di Dream Football Pitch Pakis, Kabupaten Malang, Rabu (12/8/2026). Sang pemain diistirahatkan total untuk menjalani penanganan intensif.
Inal tak memungkiri, peran Gustavo Henrique di lini depan Singo Edan sangat vital. Kehilangan penyerang dengan naluri pembunuh di dalam kotak penalti berpotensi menggerus ketajaman tim secara keseluruhan.
Namun, manajemen dan tim pelatih sepakat untuk tidak mengambil risiko berhadapan dengan bahaya cedera kambuhan. Arema FC tak ingin mengulang pengalaman pahit masa lalu, ketika pemain asing dipaksa tampil sebelum cederanya benar-benar pulih sempurna.
“Kami pastikan dia akan pulih seratus persen baru kembali merumput. Yang pasti dia masih bisa bermain untuk liga musim ini,” tegas Inal.
Proses rehabilitasi Gustavo, kini dikawal ketat oleh kolaborasi tim medis internal dan fisioterapis klub. Tak hanya itu, Arema FC juga menggandeng Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu, untuk menyokong perawatan medis yang membutuhkan peralatan khusus.
Lewat perawatan berkala di rumah sakit mitra, progres pemulihan otot paha Gustavo dapat terpantau secara presisi dari hari ke hari. Semua dilakukan agar Sang Top Skor siap kembali meledak di panggung kompetisi resmi. (Ra Indrata)




