MALANG POST – Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Kawan Ikan, di Kelurahan Purwantoro menerima bantuan 8.000 ekor bibit lele, beserta sarana pendukung budidaya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui realisasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua I DPRD Kota Malang H. Abdurrohman, Kamis (13/8/2026).
Langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan roda ekonomi kerakyatan, kembali berdenyut dari sudut permukiman warga. Bertempat di Jalan Ciliwung Gang 2 Nomor 9, RT 05/RW 07, Kelurahan Purwantoro, suasana riuh kebersamaan mewarnai acara penyerahan sekaligus penebaran bibit lele.
Sebanyak 8.000 ekor bibit ikan lele, mendarat mulus untuk dikelola oleh Pokdakan Kawan Ikan. Program ini merupakan bantuan dari Pemprov Jawa Timur, yang direalisasikan lewat pengawalan Pokir Wakil Ketua I DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, H. Abdurrohman.

Prosesi penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi, S.P., kepada Lurah Purwantoro, Dwi Cahyono, S.T.M.M.T.
Momen hangat ini, turut disaksikan Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Perikanan Dispangtan, Tri Soekma Widajati, S.E., MM., Penyuluh Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pokdakan Kawan Ikan, serta jajaran Bidang Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang.
Ketua Pokdakan Kawan Ikan, Usman Hadi, membeberkan bahwa paket bantuan yang diterima warga, sangat komplit untuk menunjang operasional budidaya dari hulu ke hilir.
“Bantuan yang diserahkan tidak hanya 8.000 ekor benih lele. Kami juga menerima 4 unit kolam terpal bundar, pakan pelet apung sebanyak 840 kilogram, 1 unit pompa air gasoline, 8 pak probiotik, dan 1 buah serok panen,” terang Usman Hadi.

Usman menjelaskan, area budidaya di RW 07 dan RW 09 ini, sejatinya telah ditata menjadi kawasan terpadu. Sebelum bantuan lele masuk, warga sudah mengembangkannya dengan instalasi hidroponik, peternakan ayam, serta kolam pembesaran lele dan nila yang sudah berjalan.
Meski Pokdakan Kawan Ikan digerakkan oleh delapan orang pengelola inti, prinsip utamanya tetap berbasis kemasyarakatan. Seluruh hasilnya dikelola mandiri oleh warga dan diperuntukkan bagi peningkatan pendapatan lingkungan.
Urusan pemasaran pun tidak bikin pusing. Usman menegaskan bahwa rantai penjualan hasil panen lele ini sudah tertata rapi sejak awal.
“Pangsa pasarnya sudah jelas karena lele di sini sudah ada pengepulnya. Jadi warga tinggal fokus merawat hingga panen. Selain memberikan pemasukan ekonomi bagi rumah tangga, produksi ikan ini sangat efektif untuk pemenuhan gizi warga sekitar,” pungkas Usman optimistis. (Ra Indrata)




