MULAI KULIAH: Dekan FILKOM UB secara resmi membuka Pengenalan Kehidupan Mahasiswa (PKMMB) di lingkungan kampus, Kamis (13/8/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
MALANG POST – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB), resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026, di Auditorium Algoritma FILKOM UB, Kamis (13/8/2026), untuk menyambut 992 mahasiswa baru dari lima program studi.
Dunia digital bergerak tanpa ampun. Siapa yang lengah, bakal tertinggal di persimpangan zaman. Kesadaran itulah yang ditanamkan sejak hari pertama oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) saat menyambut keluarga barunya.
Suasana Auditorium Algoritma FILKOM UB tampak riuh namun tertib pada Kamis (13/8/2026). Sebanyak 992 mahasiswa baru angkatan 2026/2027 berkumpul memulai perhelatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dijadwalkan berlangsung maraton selama empat hari, hingga 16 Agustus 2026 mendatang.
Tahun ini, PKKMB FILKOM UB mengusung komando tema “Empowering Resilient Students to Grow, Adapt, and Create Impact Together”. Sebuah fondasi mental yang dirancang untuk membentuk mahasiswa agar sanggup bertumbuh (grow), cepat beradaptasi (adapt), dan mampu menciptakan dampak nyata (create impact together) di tengah pusaran transformasi teknologi.

Secara kuantitas, 992 mahasiswa baru tersebut terdistribusi presisi ke dalam lima program studi (prodi) unggulan:
- Teknik Informatika: 249 mahasiswa
- Sistem Informasi: 249 mahasiswa
- Teknologi Informasi: 190 mahasiswa
- Teknik Komputer: 181 mahasiswa
- Pendidikan Teknologi Informasi: 123 mahasiswa
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM, dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa berhasil menembus gerbang FILKOM UB bukanlah garis akhir, melainkan kilometer nol dari perjuangan yang sesungguhnya. Ia meminta para mahasiswa baru memiliki cara pandang yang luas dan berani bermimpi besar.
“Mahasiswa FILKOM berada di garda terdepan dalam mendorong transformasi digital di Indonesia. Karena itu, selain penguasaan akademik, ketangguhan pribadi dan kemampuan berkolaborasi lintas perbedaan menjadi kunci utama. FILKOM UB berkomitmen menjadi rumah besar yang tidak hanya mengembangkan kapasitas intelektual, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” tegas Tri Astoto.

PENENTU: Jajaran pimpinan dekanat Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) yang dipimpin oleh Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Pandangan senada diutarakan Ketua Pelaksana PKKMB FILKOM UB 2026, Riswan Septriayadi Sianturi, Ph.D. Menurutnya, menjadi insan ilmu komputer menuntut lebih dari sekadar keahlian mengoperasikan baris kode (coding). Diperlukan daya tahan mental untuk terus belajar dan berinovasi melompati tantangan industri.
Bukan cuma soal angka dan teknologi, PKKMB tahun ini membuktikan komitmen FILKOM UB sebagai lingkungan pendidikan yang inklusif. Sebanyak enam mahasiswa baru penyandang disabilitas resmi diterima melalui jalur Seleksi Penerimaan Kelompok Penyandang Disabilitas (SPKPD). Mereka tersebar di Prodi Sistem Informasi (2 orang), Teknik Informatika (2 orang), dan Teknik Komputer (2 orang).
Di sisi lain, lewat Seleksi Program Internasional (SPI), sebanyak 15 mahasiswa baru melangkah masuk ke Prodi Sistem Informasi kelas internasional.
Peta asal daerah mahasiswa baru pun mencerminkan tingginya pluralisme di kampus ini. Mahasiswa S1 FILKOM UB 2026 tercatat datang dari 34 provinsi se-Indonesia. Jawa Timur memang masih mendominasi dengan 390 mahasiswa (39,35%), disusul Jawa Barat (114 mahasiswa, 11,50%), DKI Jakarta (109 mahasiswa, 11,00%), Jawa Tengah (56 mahasiswa, 5,65%), dan Banten (44 mahasiswa, 4,44%), sementara sisanya tersebar merata dari pelosok tanah air.
Langkah inklusif dan penguatan ekosistem akademik ini berbanding lurus dengan kontribusi nyata FILKOM UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education). Selamat datang para talenta digital muda di Bumi Brawijaya. (M. Abd. Rachman Rozzi)




