PELATIH Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, menegaskan, lima laga sengit di Piala Presiden 2026, menjadi modal berharga bagi Singo Edan untuk mematangkan taktik dan mental bertanding, menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027.
Turnamen pramusim selalu menyajikan dua sisi mata uang: mengejar trofi gengsi atau memoles kesiapan tim. Bagi Arema FC, perjalanan di Piala Presiden 2026 terpaksa usai tanpa mahkota.
Singo Edan harus puas finis di peringkat keempat setelah ditekuk Persija Jakarta 1-3 pada laga perebutan tempat ketiga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026) lalu. Hasil itu menyusul kekalahan tipis dari Persebaya Surabaya di partai semifinal.
Rasa frustrasi dan kecewa tak bisa disembunyikan dari raut wajah Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos. Target awal membawa pulang piala meleset dari bidikan.
Namun, di balik rasa pahit kegagalan tersebut, juru taktik asal Brasil ini memilih bersikap realistis. Lima laga berbobot tinggi yang baru saja dilewati memberikan cermin paling jujur bagi kesiapan anak asuhnya.
“Lima pertandingan di Piala Presiden sangat membantu proses kami. Selama turnamen, tim terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya,” ujar pelatih 48 tahun itu.
Bagi Marcos Santos, panggung pramusim ini menjadi laboratorium penting untuk melebur amunisi baru ke dalam skema permainan.
Lebih dari sekadar urusan taktik dan operan bola di lapangan, turnamen ini menjadi ujian mental paling sahih bagi para pemain anyar untuk merasakan seberapa berat beban dan ekspektasi saat mengenakan jersey kebanggaan Arema FC.
Melalui lima laga sengit itu pula, Santos mulai memegang peta karakter dari setiap individu di dalam skuadnya.
Ia bisa memilah mana pemain yang punya mental petarung dan siap menjadi tulang punggung tim, serta mana pemain yang penampilannya masih angin-anginan dan membutuhkan pembenahan ekstra.
“Turnamen ini menjadi kesempatan yang baik untuk melihat karakter para pemain, siapa yang bisa benar-benar membantu tim dan siapa yang masih harus berkembang selama proses ini,” tegas pelatih berlisensi Pro Conmebol ini.
Rapor akhir di Bali memang tak memajang trofi juara. Namun hasil evaluasi dari lima bentrokan fisik dan taktik melawan tim-tim papan atas Indonesia tersebut meyakinkan Santos bahwa persiapan Singo Edan berada di trek yang tepat.
Ujian pramusim telah usai. Kini seluruh bahan evaluasi dari Gianyar dibawa pulang ke Malang sebagai bahan bakar utama untuk menyempurnakan mesin tim sebelum terjun ke dalam persaingan ketat kompetisi Super League 2026/2027.
“Tentu saja kami tetap kecewa dengan hasil akhir karena target kami adalah lolos ke final. Kami pulang dengan rasa frustrasi karena gagal mencapainya. Namun secara keseluruhan, hasil turnamen ini tetap positif.”
Kami mendapatkan banyak pelajaran, melihat banyak perkembangan, dan saya yakin tim ini masih akan terus berkembang,” pungkas pelatih berpaspor Brasil itu optimistis. (Ra Indrata)




