Persebaya Surabaya akhirnya mengakhiri penantian panjang selama sembilan tahun tanpa gelar setelah menjuarai Piala Presiden 2026. (Foto: Disway)
MALANG POST – Persebaya Surabaya mengakhiri dahaga gelar selama sembilan tahun, usai menjuarai Piala Presiden 2026, setelah menundukkan Persib Bandung, melalui drama adu penalti pada partai final yang berakhir imbang 1-1 di waktu normal.
Dahaga panjang masyarakat Kota Pahlawan akhirnya terbayar tuntas. Sembilan tahun tanpa sebiji pun trofi di lemari piala, Persebaya Surabaya akhirnya kembali berdiri di podium tertinggi. Bajul Ijo resmi merengkuh gelar juara Piala Presiden 2026.
Momen bersejarah ini menjadi trofi pertama Persebaya, sejak terakhir kali mereka mengangkat piala Liga 2 pada musim 2017 silam—saat menundukkan PSMS Medan untuk merebut tiket promosi ke kasta tertinggi.
Meski statusnya “sekadar” turnamen pramusim, arti gelar ini teramat mahal. Lebih dari sekadar ajang pemanasan, trofi ini adalah pembuktian atas kebangkitan usai bertahun-tahun dihantam masalah: performa angin-anginan, bongkar pasang pemain, hingga bongkar pasang pelatih.
Titik balik itu hadir di tangan dingin pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Di bawah komandonya, Persebaya menjelma menjadi unit yang solid, tangguh, dan tak gentar menghadapi tim bertabur bintang sekelas Persib Bandung.
Laga final berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Jual beli serangan tak terelakkan sepanjang 90 menit. Persib dan Persebaya saling berbalas tekanan hingga skor imbang 1-1 bertahan sampai waktu normal usai.
Pemenang terpaksa ditentukan lewat drama paling menegangkan dalam sepak bola: adu penalti.
Di momen krusial inilah pahlawan baru Surabaya lahir. Penjaga gawang Persebaya, M. Reza, tampil luar biasa di bawah mistar. Dengan ketenangan tinggi, Reza sukses mentahan dua eksekusi penalti para penggawa Persib Bandung.
Sorak sorai membahana. Blok penalti Reza memastikan Persebaya keluar sebagai kampiun Piala Presiden 2026.
Selain memboyong trofi bergengsi dan memutus puasa gelar hampir satu dekade, Bajul Ijo juga berhak membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp8 miliar. Sebuah penutup pramusim yang manis sebelum mengarungi ketatnya persaingan kompetisi Liga 1. (Disway/Ra Indrata)




