MALANG POST – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Malang Raya pada Jumat (7/8/2026), didominasi puncak fenomena bediding dengan suhu dingin menggigit di pagi hari—terutama di Kota Batu yang menyentuh 13 derajat Celsius—sebelum berganti cerah berawan saat siang.
Memasuki Jumat (7/8/2026), hisapan udara dingin di Malang Raya makin menjadi-jadi. Puncak musim kemarau atau fenomena bediding, benar-benar menyengat. Bagi warga maupun wisatawan, jangan coba-coba keluar rumah tanpa selimut ekstra atau jaket tebal di pagi dan malam hari.
Di Kota Malang, hawa dingin sudah menyergap sejak dini hari. Suhu terendah berkisar antara 17 hingga 18 derajat Celsius, diselimuti kabut tipis dan kelembapan udara mencapai 95 persen.
Begitu matahari merangkak naik, kabut berangsur pudar. Cuaca berubah cerah berawan, dengan suhu meningkat ke angka 24 derajat. Puncak terik terjadi pada siang hingga sore hari, pada kisaran 27 sampai 28 derajat Celsius, sebelum akhirnya merosot kembali ke angka 18–20 derajat, pada malam hari diiringi tiupan angin dingin.
Variasi cuaca lebih ekstrem terlihat di Kabupaten Malang sesuai bentang alamnya:
- Kawasan Utara (Lawang, Singosari, Karangploso): Pagi hari diselimuti kabut tebal dengan suhu 16 derajat Celsius, siang hari cerah berawan di angka 26 derajat, dan malam kembali menggigit.
- Kawasan Selatan (Bantur, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan): Suhu pagi relatif lebih hangat sekitar 20 derajat Celsius, siang hari berawan mencapai 29 derajat, namun malam hari berpotensi diguyur gerimis lokal di pesisir.
- Kawasan Timur (Turen, Dampit, Poncokusumo): Pagi berembun dengan suhu 17 derajat Celsius, siang merangkak ke 27 derajat, dan malam kembali turun ke 18 derajat.
- Kawasan Barat (Pujon, Ngantang, Kasembon): Menjadi salah satu titik terdingin dengan suhu pagi 15 derajat Celsius, siang 24–25 derajat, dan malam diselimuti kabut tebal.
Seperti biasa, Kota Batu memegang rekor sebagai daerah paling beku di Malang Raya.
Pada dini hari hingga pagi, suhu di Batu drop ke angka 13 sampai 15 derajat Celsius, di bawah gulungan kabut tebal. Saat siang, terik matahari hanya sanggup menaikkan suhu hingga 22–24 derajat Celsius. Menjelang malam, suhu meluncur turun lagi ke angka 14 derajat, diiringi kabut pekat yang menyelimuti jalanan utama.
Bagi pencinta ketinggian, kawasan Bromo-Tengger-Semeru berada pada kondisi super dingin. Suhu malam hingga pagi diprediksi anjlok ke kisaran 5 hingga 8 derajat Celsius, memicu potensi hadirnya embun upas tipis di lautan pasir.
Sementara kawasan Arjuno, Welirang, dan Panderman mulai disergap kabut tebal sejak sore hari dengan suhu malam 9–12 derajat Celsius. BMKG mengingatkan para pendaki untuk melengkapi diri dengan kantong tidur dan pakaian thermal memadai, serta mewaspadai potensi kebakaran hutan akibat angin kencang dan vegetasi yang mengering.
Di perairan selatan, BMKG Maritim mengingatkan para nelayan dan wisatawan pantai untuk ekstra waspada. Angin timur hingga tenggara bertiup kencang antara 18 hingga 35 kilometer per jam. Alun gelombang diperkirakan berada pada kategori sedang hingga tinggi, yakni 1,25 sampai 2,5 meter.
Seiring berembusnya Monsun Timuran, BMKG resmi mengeluarkan peringatan dini atas penurunan suhu drastis di kawasan pegunungan serta lonjakan gelombang laut yang bisa terjadi sewaktu-waktu. (Ra Indrata)




