KOMPAK: Bupati Malang, Kapolres Malang dan tamu undangan lainnya saat berfoto bersama para pengurus Aremania Utas. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Sebanyak 143 pengurus dari 20 bidang Pengurus Pusat Aremania Utas periode 2026–2030, resmi dilantik di Cemara Ballroom Singosari pada Minggu (2/8/2026) malam, dengan dihadiri Bupati Malang HM Sanusi dan Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri, untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta merawat iklim suporter yang kondusif.
Langkah baru dan spirit baru, kini mengaliri dada ribuan pendukung setia Singo Edan. Konsolidasi organisasi suporter Aremania memasuki babak bersejarah. Pengurus Pusat Aremania Utas periode 2026–2030 resmi dikukuhkan dalam gelaran megah di Cemara Ballroom Unggul, Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (2/8/2026) malam.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 143 pengurus dari 20 bidang fungsional dilantik secara khidmat. Momentum ini dipatok sebagai tonggak penting, untuk memperkuat peran Aremania sebagai komunitas suporter yang dewasa, berkarakter, dan menjadi teladan bagi sepak bola tanah air.
Momen pengukuhan ini menyedot perhatian jajaran elit Malang Raya. Dihadiri langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri, Kapolresta Malang Kota Kombes Danang Setiyo, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah Kabupaten dan Kota Malang, perwakilan Korem 083/Baladhika Jaya, founding father Aremania, hingga jajaran manajemen Arema FC.
Dalam sambutannya, Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, kepengurusan baru tidak sekadar mengemban amanah keorganisasian. Ada tanggung jawab moral yang jauh lebih besar: menjaga nama baik dan marwah Aremania di kancah nasional.
“Kepengurusan ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan. Amanah yang diemban harus mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Aremania Utas harus memberikan contoh teladan yang terbaik,” tegas Sanusi.
Di hadapan ratusan pengurus dan tokoh suporter, Sanusi sempat bernostalgia mengingat kelamnya budaya suporter pada era 1980-an. Kala itu, atmosfer pertandingan identik dengan ketegangan. Setiap kali ada pertandingan, pemilik toko hingga SPBU memilih tutup rapat karena takut kerusuhan.

Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri. (Foto: Humas Resma)
Bahkan Sanusi membagikan pengalaman pribadinya saat masih menjadi mahasiswa. Demi keselamatan di jalan, ia sampai harus menyamar mengenakan sarung agar disangka bagian dari rombongan suporter. Ia pun mengaku pernah merasakan kerasnya masa-masa itu hingga terkena pukulan saat perjalanan pulang sekolah.
Namun, wajah Aremania hari ini telah bertransformasi total. Berkat pembinaan dan edukasi yang konsisten, kehadiran suporter kini justru menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
“Kalau sekarang ada Aremania, justru UMKM buka semua. Lapak-lapak pedagang laris manis. Ini perkembangan ekonomi yang luar biasa,” puji Sanusi.
Sanusi juga mengapresiasi tingkat kesadaran suporter yang kian membaik—mulai dari tertib lalu lintas dengan mengenakan helm hingga menjaga ketertiban umum.
Pesan penguatan juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, mengimbau agar kepengurusan baru aktif menjaga kondusivitas Malang Raya serta membangun budaya suporter yang makin dewasa.
“Selamat kepada pengurus pusat Aremania Utas periode 2026–2030 yang baru dilantik. Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik demi memperkuat persatuan dan membawa Aremania semakin maju,” kata AKBP Rulian Syauri, Senin (3/8/2026).
Menurut Rulian, organisasi suporter memiliki posisi strategis untuk mengedukasi anggota hingga tingkat korwil, sehingga dukungan terhadap Arema FC selalu tersalurkan secara positif.
Sementara itu, Koordinator Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, menegaskan komitmen tunggal organisasi: menjadi jembatan pemersatu sekaligus penghubung yang solid antara suporter, klub, dan unsur Forkopimda di Malang Raya.
Kedewasaan itu telah teruji sepanjang musim 2025/2026, di mana seluruh pertandingan kandang di Malang Raya berlangsung aman dan kondusif.
Mengakhiri acara, semangat persatuan yang terkandung dalam slogan Salam Satu Jiwa kembali digelorakan. Slogan itu tak lagi sekadar pemanis di bibir, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata: membangun solidaritas, menjaga keharmonisan, serta menjadi mitra strategis dalam mewujudkan iklim sepak bola Indonesia yang aman dan berprestasi. (PKP/HmsResma/Ra Indrata)




