COMEBACK: Pemain Persebaya melakukan selebrasi usai mengkandaskan Port FC, sekaligus memastikan posisinya sebagai juara grup. Di semifinal, Persebaya sudah ditunggu Arema FC. (Foto: Instagram @Persebaya)
MALANG POST – Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares, menyoroti perbedaan waktu pemulihan fisik jelang laga semifinal Piala Presiden 2026 melawan Arema FC, menganggap jeda istirahat Singo Edan yang lebih panjang satu setengah hari, menjadi keuntungan tersendiri bagi klub asal Malang tersebut.
Tensi panas derbi klasik Jawa Timur sudah membumbung tinggi sebelum peluit kick-off dibunyikan. Semifinal Piala Presiden 2026 dipastikan membara saat Arema FC dipertemukan dengan Persebaya Surabaya dalam laga hidup-mati memperebutkan tiket partai puncak.
Perang psikologis (mind games) pun langsung dilemparkan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Nakhoda asal Portugal itu mengeluhkan jadwal pertandingan yang dinilainya tidak adil. Ia menyebut Singo Edan mendapat keuntungan besar berupa waktu istirahat dan pemulihan (recovery) yang jauh lebih panjang.
“Arema punya waktu satu setengah hari lebih banyak ketimbang kami untuk pemulihan dan persiapan. Bagi saya ini sangat tidak adil. Kami juga harus melakukan perjalanan, sementara Arema lebih tenang,” keluh Tavares usai membawa timnya mengandaskan Port FC 2-1, Minggu (2/8/2026).
Arema FC memang sudah menggenggam tiket semifinal sejak Jumat (31/7/2026) usai membekuk DPMM FC Brunei Darussalam 2-0 sebagai runner-up Grup A. Sementara Persebaya baru merampungkan laga pamungkas Grup B selang dua hari kemudian.
Meski mengeluhkan jadwal, eks pelatih PSM Makassar itu tak menutup mata terhadap peta kekuatan calon lawannya. Tavares melayangkan pujian tinggi terhadap kedalaman skuad Singo Edan di bawah komando pelatih Marcos Santos.
“Saya sudah amati beberapa laga Arema. Mereka punya skuad yang sangat bagus dan merata di setiap lini. Komposisi pemain musim lalu tetap dipertahankan, ditambah masuknya pemain-pemain baru berkelas,” aku Tavares.
Bagi skuad Arema FC, tambahan waktu pemulihan satu setengah hari jelas menjadi amunisi berharga yang wajib dimaksimalkan sebelum laga semifinal yang dijadwalkan bergulir Selasa (4/8/2026) lusa.
Setidaknya, ada tiga keuntungan taktis yang dikantongi tim asuhan Marcos Santos:
1. Kebugaran Fisik Pemain Utama Jeda pemulihan yang lebih panjang memberi ruang bernapas bagi pemain Singo Edan usai melakoni tiga laga intensif di fase grup. Tim medis Arema FC dapat bekerja maksimal memulihkan kelelahan otot para pemain inti agar intensitas presing tinggi bisa dipertahankan hingga menit-menit akhir.
2. Persiapan Taktis Lebih Matang Marcos Santos memiliki tenggang waktu ekstra untuk mengevaluasi evaluasi blunder di fase grup. Skema serangan balik cepat maupun variasi bola mati (set piece) dapat dimatangkan secara mendalam di lapangan latihan tanpa terburu-buru.
3. Keuntungan Membedah Kekuatan Lawan Tim pelatih Arema FC leluasa mengamati secara langsung pertarungan Persebaya versus Port FC. Pola transisi, titik lemah lini pertahanan, hingga kebiasaan individu pemain Bajul Ijo sudah masuk dalam catatan analisis video Singo Edan.
Kendati demikian, modal fisik dan waktu persiapan yang lebih panjang tak serta-merta memberi garansi kemenangan otomatis bagi Arema FC.
Pertempuran semifinal derbi Jawa Timur selalu ditentukan oleh ketenangan eksekusi di lapangan, efektivitas peluang, serta mentalitas bertanding saat tekanan memuncak. (Ra Indrata)




