MALANG POST – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, dan Pertamax RON 92 di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara mulai Sabtu (1/8/2026) seiring melandainya harga minyak dunia dan penguatan nilai tukar rupiah.
Kabar gembira menyapa para pemilik kendaraan bermotor dan pelaku usaha di wilayah Jawa Timur hingga Nusa Tenggara di awal Agustus. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) resmi memangkas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Penyesuaian tarif baru ini berlaku efektif serentak di seluruh SPBU resmi mulai Sabtu, 1 Agustus 2026.
Langkah penurunan harga ini merupakan hasil evaluasi berkala Pertamina, yang merujuk pada regulasi pemerintah. Parameter utamanya: tren pergerakan harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa penyesuaian harga nonsubsidi ini dilakukan secara transparan dan terukur sesuai mekanisme pasar yang berlaku.
“Evaluasi berkala ini menyesuaikan perkembangan dinamika minyak dunia dan kurs rupiah. Prinsip kami jelas: harga disesuaikan secara rasional, sementara keandalan pasokan BBM di masyarakat tetap dijamin aman dan melimpah,” terang Ahad Rahedi, Sabtu (1/8/2026).
Penurunan harga paling mencolok terjadi pada varian BBM dengan angka oktan tinggi (RON tinggi).
Untuk wilayah Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, harga Pertamax Turbo (RON 98) mengalami penurunan paling tajam, yakni turun Rp1.000 per liter dari harga sebelumnya Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.
Disulut pula oleh penurunan pada Pertamax Green (RON 95) yang kini dilepas ke pasar seharga Rp16.600 per liter, melandai dari tarif lama Rp17.000 per liter.
Bagi masyarakat luas pengguna Pertamax (RON 92), koreksi harga juga berpihak pada kantong konsumen. BBM ramah lingkungan ini turun Rp300 per liter, dari semula Rp16.250 kini menjadi Rp15.950 per liter.
Sementara itu, untuk kelompok bahan bakar mesin diesel nonsubsidi, Pertamina memutuskan menahan tarif di angka stabil. Pertamina Dex bertahan di angka Rp21.150 per liter, dan Dexlite tetap dibanderol Rp19.700 per liter.
Ahad menambahkan, selain penyesuaian harga di papan penunjuk SPBU, Pertamina Jatimbalinus memastikan seluruh rantai pasok—mulai dari terminal BBM (fuel depot) hingga ke kran pengisian SPBU—dalam kondisi sangat mantap.
“Stok BBM di seluruh lembaga penyalur resmi dipastikan aman. Distribusi tangki terus dikawal dan dioptimalkan agar pelayanan energi kepada masyarakat di Jatim, Bali, hingga Nusa Tenggara berjalan mulus tanpa hambatan,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman Rozzi/Ra Indrata)




