TAUSYIAH: Selain Khotmil Quran di FE, ada istighotsah, doa bersama dan tausyiah. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG KOTA – Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema di Lantai 1 Gedung Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan Khotmil Qur’an rutin tersebut, dihadiri jajaran rektorat, dekanat, guru besar, dosen, hingga tenaga kependidikan (tendik) dalam rangka memperkuat kedalaman spiritualitas dan silaturahmi antarfakultas.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an bergema di Lantai 1 Gedung Fakultas Ekonomi (FE) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (30/7/2026). Kegiatan spiritual ini diikuti jajaran rektorat, dekanat, guru besar, dosen, serta tenaga kependidikan (tendik).
Kegiatan bertajuk Khotmil Qur’an yang diinisiasi sejak kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. ini kini telah mentradisi. Pelaksanaannya digelar secara bergilir dari satu fakultas ke fakultas lain di lingkungan UIN Malang.
Di acara ini, agenda tidak hanya diisi dengan Khotmil Qur’an—yakni pembacaan Al-Qur’an dari surah Al-Fatihah hingga An-Nas secara tuntas—tetapi juga dirangkaikan dengan istigasah, doa bersama, dan tausiah. Pada perhelatan kali ini, FE UIN Malang dipercaya sebagai tuan rumah.
Selain penguatan spiritual, perhelatan rutin ini dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus wahana berbagi informasi strategis antara pihak rektorat dan fakultas.
Dekan FE UIN Malang, Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.E.I., menegaskan pentingnya membiasakan membaca Al-Qur’an di lingkungan kampus.
“Jika kita sering membaca Al-Qur’an, insyaallah keberkahan bertambah, hati menjadi lebih tenang dan ayem (tentram). Kalau kampus dan fakultas kita rutin dibacakan Al-Qur’an, hati ini jadi semakin tenang. Karena itu, luangkanlah waktu sejenak untuk rutin membaca Al-Qur’an,” pesan Misbahul Munir.
Ia menambahkan, doa bersama memiliki keutamaan tersendiri karena lebih mustajab, sedangkan istigasah menjadi sarana memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.

BACA QURAN: Ibu-ibu saat membaca Al Quran di FE UIN Malang, Kamis (30/7/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Dalam kesempatan tersebut, Misbahul Munir juga membeberkan capaian akademis FE UIN Malang. Meski saat ini baru mengelola tiga program studi (prodi), FE telah menerbitkan lima jurnal ilmiah. Dari lima jurnal tersebut, empat di antaranya telah meraih predikat Sinta 2 dan satu jurnal terakreditasi Sinta 3.
“Alhamdulillah, ini capaian yang patut disyukuri bersama,” ujarnya.
Penguatan Spiritualitas dan Harmonisasi Fakultas Baru
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa Khotmil Qur’an digelar secara berkala setiap bulan dengan lokasi yang berpindah antar-fakultas.
Menurutnya, kegiatan institusional ini bertujuan memperkokoh kedalaman spiritualitas seluruh sivitas akademika UIN Malang. “Tradisi ini telah berlangsung sejak periode kepemimpinan kami,” terang Abdul Hamid. Ia menambahkan, kegiatan serupa juga diselenggarakan bersama para mahasiswa baru di Masjid Ma’had Sunan Ampel.
Pada kesempatan yang sama, Abdul Hamid memaparkan pembaruan progres pembentukan dua fakultas baru, yakni Fakultas Teknik serta Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Saat ini, pembentukan kedua fakultas tersebut memasuki tahap harmonisasi regulasi.
“Setelah mendapat persetujuan dari MenPANRB, operasional fakultas baru tidak bisa langsung berjalan serta-merta. Mesti ada proses harmonisasi sedikitnya dari empat kementerian terkait, di antaranya Kementerian Agama, Kementerian PANRB, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian Sekretariat Negara,” jelasnya.
Dengan berdirinya dua fakultas baru tersebut, UIN Malang kelak akan memiliki sembilan fakultas. Jumlah itu berpotensi bertambah menjadi 10 fakultas apabila usulan pemecahan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menjadi Fakultas Kedokteran serta Fakultas Farmasi disetujui oleh pemerintah pusat.
Mengenai penyesuaian nama fakultas, Abdul Hamid menyebutkan bahwa perubahan nama Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menjadi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) telah resmi disahkan.
Sementara itu, usulan perubahan nama Fakultas Ekonomi menjadi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Syariah menjadi Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) saat ini masih dalam proses pengajuan. (*/Eka Nurcahyo)




