MALANG POST – Tim Gerakan UM Membantu Lingkungan dan Pariwisata Unggulan (GUMILANG) dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Skema Pulang Kampung, berhasil menghidupkan kembali potensi wisata lokal di Kabupaten Nganjuk. Lewat pengabdian selama 45 hari sejak Minggu (19/7/2026), tim ini merevitalisasi kawasan Pemandian Air Panas Banyu Biru di Desa Gondang Wetan, Kecamatan Jatikalen, Kamis (30/7/2026).
Tim Gerakan UM Membantu Lingkungan dan Pariwisata Unggulan (GUMILANG) dalam program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Skema Pulang Kampung berhasil menghidupkan kembali potensi wisata lokal di Kabupaten Nganjuk.
Melalui pengabdian yang berlangsung selama 45 hari sejak Minggu (19/7/2026), Tim GUMILANG menjalankan rincian program strategis untuk mengembangkan destinasi wisata berbasis pemberdayaan masyarakat di Pemandian Air Panas Banyu Biru, Desa Gondang Wetan, Kecamatan Jatikalen.
Revitalisasi difokuskan pada tiga pilar utama: penguatan tata kelola destinasi, akselerasi promosi digital, dan penataan estetika kawasan wisata.
Program kerja yang direalisasikan meliputi pelatihan manajemen operasional bagi pengelola, pemasangan papan edukasi Sapta Pesona, penyediaan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), pembuatan akun media sosial resmi, produksi video profil wisata, hingga pemanfaatan barang bekas menjadi pot tanaman sebagai elemen penghijauan kawasan.
Ketua Tim GUMILANG menjelaskan bahwa revitalisasi ini merupakan program kerja utama tim selama pelaksanaan pengabdian UM BBM. Seluruh program dirancang presisi berdasarkan hasil identifikasi potensi dan pemetaan kebutuhan di lapangan agar destinasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Revitalisasi Pemandian Air Panas Banyu Biru menjadi fokus utama pengabdian kami. Kami ingin menghadirkan pembaruan yang tidak hanya mempercantik kawasan fisik, tetapi juga memperkuat tata kelola internal, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas jangkauan promosi melalui media digital,” ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Keberhasilan program ini didukung oleh kolaborasi mahasiswa lintas disiplin ilmu di UM. Ragam kompetensi anggota tim memungkinkan eksekusi program berjalan secara komprehensif dari aspek manajemen, komunikasi, teknologi informasi, desain visual, hingga metodologi pemberdayaan masyarakat.
Edukasi Sapta Pesona dan Branding Digital
Melalui pelatihan manajemen operasional, para pengelola lokal memperoleh pemahaman mendalam mengenai tata kelola destinasi secara lebih profesional. Di sisi lain, pemasangan papan Sapta Pesona hadir sebagai media edukasi bagi pengunjung untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan positif selama berwisata.
Pada aspek pemasaran, Tim GUMILANG memperkuat identitas digital destinasi dengan meluncurkan akun media sosial resmi beserta video profil terintegrasi yang menonjolkan daya tarik alami Pemandian Air Panas Banyu Biru. Langkah ini disiapkan untuk memperluas jangkauan pasar, khususnya menggaet wisatawan dari kalangan generasi muda.
Tidak hanya mengejar aspek popularitas, mahasiswa UM juga menerapkan prinsip kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan barang bekas yang diubah menjadi pot tanaman penghijauan di berbagai sudut kawasan. Inisiatif sederhana ini menjadi percontohan konkret penerapan konsep ramah lingkungan dalam pengelolaan pariwisata daerah.
Kontribusi Nyata terhadap Pencapaian SDGs
Melalui program revitalisasi terpadu ini, UM berharap Pemandian Air Panas Banyu Biru semakin dikenal luas sebagai destinasi wisata unggulan yang tertata, berdaya saing, serta mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal.
Program pengabdian ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), meliputi:
- SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Melalui penguatan kapasitas tata kelola dan pemberdayaan ekonomi sektor pariwisata lokal.
- SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan): Melalui penataan destinasi wisata daerah yang aman, inklusif, dan ramah lingkungan.
- SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Melalui aksi pemanfaatan kembali limbah barang bekas untuk penghijauan kawasan.
(M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




