Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM), kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, dengan menempati peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026. Capaian ini makin mengukuhkan posisi UM di jajaran papan atas kampus bereputasi, berdasarkan indikator visibilitas digital, transparansi, dan keunggulan riset, Kamis (30/7/2026).
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati peringkat ke-11 perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026.
Capaian tersebut menempatkan UM di jajaran 20 kampus papan atas nasional berdasarkan indikator visibilitas digital, keterbukaan akademik, dan keunggulan riset, sekaligus menjadi bukti meningkatnya daya saing institusi di tingkat global.
Dalam rilis Webometrics Juli 2026, UM mencatatkan posisi peringkat dunia di urutan ke-739. Secara terperinci, UM menduduki peringkat ke-936 untuk indikator pengaruh (impact/visibility), peringkat ke-2.571 untuk indikator keterbukaan (transparency/openness), serta peringkat ke-631 untuk indikator keunggulan riset (excellence/scholar).
Pemeringkatan ini dilakukan terhadap lebih dari 32 ribu perguruan tinggi di seluruh dunia melalui tiga indikator utama, yaitu visibility (bobot 50 persen), transparency (bobot 10 persen), dan excellence (bobot 40 persen). Webometrics tidak hanya menilai kuantitas publikasi ilmiah, tetapi juga visibilitas digital, keterbukaan data akademik, serta dampak riset nyata yang dihasilkan universitas.
Komitmen Visi “Kampus Berdampak”
Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyatakan bahwa capaian positif ini merupakan buah sinergi seluruh elemen universitas dalam memperkuat tata kelola kelembagaan dan kualitas akademik secara konsisten.
“Pemeringkatan itu bukan tujuan akhir, melainkan konsekuensi logis dari perbaikan tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan,” ungkap Prof. Munjin, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, UM terus mengedepankan visi “Kampus Berdampak”, yakni memastikan setiap capaian akademik dan riset mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun dunia industri.
Oleh karena itu, berbagai inovasi yang dihasilkan sivitas akademika tidak berhenti dalam bentuk publikasi ilmiah semata, melainkan didorong untuk dihilirisasi menjadi solusi terapan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
Langkah ini berjalan seiring dengan penguatan transformasi pendidikan melalui diseminasi metode pembelajaran inovatif ke berbagai satuan pendidikan di Indonesia. Lebih lanjut, Prof. Munjin menegaskan bahwa keberhasilan ini harus menjadi pelecut semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan memperluas kolaborasi strategis.
“UM harus terus berkarya, berinovasi, dan mengabdi kepada bangsa melalui karya nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan sektor industri. Keberhasilan ini memerlukan dukungan penuh seluruh elemen universitas, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan,” ujarnya.
Metodologi dan Indikator Penilaian Webometrics
Sebagaimana dilansir dari situs resmi Webometrics.org, komite pemeringkatan mengevaluasi kampus berdasarkan empat domain utama: kinerja pendidikan, penelitian, keterlibatan digital, dan pelayanan publik.
1. Indikator Utama:
- Visibility (Dampak – 50%): Jumlah domain rujukan eksternal (backlinks) yang terhubung dengan situs web universitas (data Ahrefs.com).
- Transparency/Openness (Keterbukaan – 10%): Jumlah kutipan dari 310 peneliti teratas (tidak termasuk 20 teratas) berdasarkan profil Google Scholar.
- Excellence/Scholar (Keunggulan – 40%): Jumlah artikel ilmiah yang masuk dalam jajaran 10 persen teratas paling banyak dikutip pada periode 2019–2023 (data Scopus/Scimago).
2. Kriteria dan Keterbatasan: Webometrics menekankan dampak penelitian dan transparansi akademik, bukan sekadar estetika situs web (user experience), analisis trafik pengunjung, atau kampanye pemasaran. Hasil peringkat juga dipengaruhi oleh skala output institusi dan tata kelola domain tunggal kampus.
Daftar 20 Besar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia (Webometrics Juli 2026)
Berikut adalah daftar 20 besar kampus terbaik di Indonesia versi Webometrics edisi Juli 2026:
- Universitas Indonesia (UI) — Peringkat Dunia: 333 | Pengaruh: 213 | Keterbukaan: 1.588 | Keunggulan: 436
- Universitas Gadjah Mada (UGM) — Peringkat Dunia: 439 | Pengaruh: 308 | Keterbukaan: 2.007 | Keunggulan: 576
- Universitas Airlangga (Unair) — Peringkat Dunia: 582 | Pengaruh: 687 | Keterbukaan: 1.956 | Keunggulan: 562
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — Peringkat Dunia: 608 | Pengaruh: 635 | Keterbukaan: 2.857 | Keunggulan: 500
- Universitas Brawijaya (UB) — Peringkat Dunia: 621 | Pengaruh: 505 | Keterbukaan: 2.427 | Keunggulan: 810
- Universitas Padjadjaran (Unpad) — Peringkat Dunia: 637 | Pengaruh: 729 | Keterbukaan: 2.334 | Keunggulan: 610
- Universitas Diponegoro (Undip) — Peringkat Dunia: 652 | Pengaruh: 616 | Keterbukaan: 2.382 | Keunggulan: 801
- Universitas Sebelas Maret (UNS) — Peringkat Dunia: 670 | Pengaruh: 699 | Keterbukaan: 2.744 | Keunggulan: 656
- Institut Teknologi Bandung (ITB) — Peringkat Dunia: 678 | Pengaruh: 691 | Keterbukaan: 2.130 | Keunggulan: 852
- IPB University — Peringkat Dunia: 704 | Pengaruh: 606 | Keterbukaan: 2.239 | Keunggulan: 1.030
- Universitas Negeri Malang (UM) — Peringkat Dunia: 739 | Pengaruh: 936 | Keterbukaan: 2.571 | Keunggulan: 631
- Universitas Hasanuddin (Unhas) — Peringkat Dunia: 806 | Pengaruh: 777 | Keterbukaan: 2.501 | Keunggulan: 1.021
- Telkom University (Tel-U) — Peringkat Dunia: 816 | Pengaruh: 341 | Keterbukaan: 3.571 | Keunggulan: 1.343
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) — Peringkat Dunia: 817 | Pengaruh: 931 | Keterbukaan: 2.996 | Keunggulan: 751
- Universitas Negeri Padang (UNP) — Peringkat Dunia: 818 | Pengaruh: 1.014 | Keterbukaan: 3.155 | Keunggulan: 608
- Universitas Lampung (Unila) — Peringkat Dunia: 862 | Pengaruh: 457 | Keterbukaan: 3.503 | Keunggulan: 1.329
- Universitas Negeri Semarang (Unnes) — Peringkat Dunia: 867 | Pengaruh: 996 | Keterbukaan: 3.151 | Keunggulan: 755
- Universitas Negeri Jakarta (UNJ) — Peringkat Dunia: 893 | Pengaruh: 775 | Keterbukaan: 3.463 | Keunggulan: 1.035
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) — Peringkat Dunia: 899 | Pengaruh: 994 | Keterbukaan: 3.563 | Keunggulan: 746
- Universitas Andalas (Unand) — Peringkat Dunia: 920 | Pengaruh: 538 | Keterbukaan: 3.357 | Keunggulan: 1.423
(M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




